GELUMPAI.ID — Hamas mengungkapkan bahwa nasib Edan Alexander, warga negara ganda AS-Israel yang diculik pada 7 Oktober 2023, masih belum jelas. Ini setelah kelompok militan tersebut kehilangan kontak dengan penjaga yang menahan Edan.
Edan, seorang tentara Israel berusia 21 tahun, ditangkap saat serangan yang menewaskan hampir 1.200 orang di Israel selatan. Dia diyakini sebagai satu-satunya tahanan Amerika yang masih hidup di Gaza.
Sementara itu, Hamas menyatakan bahwa mereka akan membebaskan sisa tahanan hanya jika ada kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun, Israel menegaskan bahwa mereka hanya akan menyetujui penghentian sementara pertempuran, dan menuntut Hamas menyerahkan semua hostages terlebih dahulu.
Pemerintah AS mengimbau agar semua tahanan segera dibebaskan dan menegaskan bahwa Hamas bertanggung jawab penuh atas perang dan kelanjutan permusuhan.
Sumber: Reuters

