News
Beranda » News » Netanyahu Hadapi Skandal Politik dengan Pimpinan Intelejen

Netanyahu Hadapi Skandal Politik dengan Pimpinan Intelejen

GELUMPAI.ID — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi badai politik. Kali ini, sang pemimpin terlama Israel itu berhadapan dengan kepala dinas intelijen dalam negeri, Shin Bet, Ronen Bar.

Netanyahu mencopot Bar bulan lalu karena alasan “hilangnya kepercayaan”. Namun, Mahkamah Agung Israel menangguhkan pemecatan itu sambil menunggu penyelidikan.

Dilansir dari Reuters, Bar mengajukan affidavit yang berisi tuduhan serius. Netanyahu diduga meminta Bar lebih setia padanya daripada pada keputusan Mahkamah Agung.

“Permintaan Netanyahu termasuk menyuruh saya memata-matai lawan-lawannya,” tulis Bar dalam dokumen resmi. Shin Bet saat ini sedang menyelidiki hubungan keuangan antara kantor Netanyahu dengan Qatar.

Netanyahu membantah semua tuduhan itu. “Ini affidavit palsu yang akan kami bantah segera,” tegasnya. Ini menjadi skandal terbaru yang menghantam sang perdana menteri.

Mengutip laman Al Jazeera, Netanyahu sudah terbiasa menghadapi berbagai skandal. Dia bahkan berhasil menunda persidangan kasus korupsinya dengan alasan perang Gaza.

“Publik Israel sudah lelah dengan skandal,” kata analis politik Nimrod Flaschenberg. Menurutnya, polarisasi masyarakat membuat skandal baru tidak mengubah dukungan pada Netanyahu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari parlemen Israel, oposisi juga tidak cukup kuat untuk menggoyang Netanyahu. Benny Gantz, rival utama Netanyahu, dinilai terlalu lemah dalam mengambil sikap.

“Masyarakat sadar ini darurat, tapi tidak punya alat untuk mengubahnya,” kata Mairav Zonszein dari International Crisis Group. Tanpa oposisi kuat, posisi Netanyahu tetap aman meski terus diterpa badai politik.