Ratusan Warga Palestina Terluka Akibat Bentrok dengan Tentara Israel

Para pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan tentara Israel menyusul aksi unjuk rasa menentang ekspansi permukiman Yahudi di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 4 Maret 2022. (Xinhua/Mamoun Wazwaz)

GELUMPAI.ID – Sebanyak lebih dari 130 warga yang berunjuk rasa pada Jumat (4/3) kemarin, mengalami luka-luka akibat yang terjadi dengan tentara di utara Tepi Barat.

Dilansir dari Antaranews, sejumlah saksi mata mengakui bahwa sengit itu terjadi di dekat desa Beita dan Beit Dajan. Diketahui, masing-masing desa berlokasi di sebelah selatan dan timur Kota Nablus, serta di dekat Desa Kafr Qaddum, sebelah timur Kota Qaqilya.

Baca Juga:  Kondisi Penyandang Disabilitas Korban Pemerkosaan Sudah Membaik

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada Xinhua, Bulan Sabit Merah menuturkan sedikitnya 128 pengunjuk rasa mengalami luka, termasuk 36 yang terluka akibat peluru karet yang ditembakkan oleh tentara .

- lainnya mengalami cedera akibat menghirup gas air mata,” ujar petugas medis dalam keterangannya.

Sementara itu, koordinator gerakan perlawanan rakyat di Qalqilya, Murad Ishteiwi, mengatakan kepada Xinhua bahwa dua pengunjuk rasa lainnya terluka akibat peluru karet dalam dengan tentara di Desa Kafr Qaddum.

Baca Juga:  Bocah 13 Tahun Tembak Dua Warga Israel, Konfrontasi Lanjutan Kamp Jenin

Saksi mata mengatakan, puluhan pengunjuk rasa penentang pembangunan permukiman melemparkan batu ke arah tentara yang ditempatkan di pinggiran desa dan membakari ban-ban.

Otoritas belum berkomentar perihal insiden tersebut.

Aksi unjuk rasa menentang ekspansi permukiman Israel di Beita dan Beit Dajan dan dengan tentara Israel terjadi di kedua desa itu sedikitnya sekali dalam sepekan.

Rekomendasi

Komentar ditutup.

  • Gelumpai.ID All Right Reserved