GELUMPAI.ID – Nuri Maulida, siswi SMKN 3 Pandeglang asal Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, memandang bahwa permukiman sehat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga bermula dari lingkungan keluarga.
Pandangan tersebut ia sampaikan saat mengikuti ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan kepedulian dan gagasan tentang permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Perempuan kelahiran Pandeglang, 15 Maret 2008 ini tinggal di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Ia tercatat sebagai siswi SMKN 3 Pandeglang dan aktif dalam kegiatan Paskibra.
Di bidang pengembangan diri, Nuri memiliki sejumlah pengalaman dan capaian.
Ia pernah meraih juara harapan lomba menggambar, menempati peringkat empat saat menempuh pendidikan di tingkat SMP, serta pernah dipercaya menjadi pengurus OSIS pada jenjang pendidikan yang sama.
Dalam kesehariannya, Nuri gemar memasak. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kreativitas, sekaligus membangun kebiasaan positif di lingkungan keluarga.
Menurut Nuri, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025 adalah untuk mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan, serta menjadi bagian dari perubahan yang positif di masyarakat.
Ia memaknai permukiman sehat secara lebih luas. Menurutnya, permukiman yang sehat tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan sekitar, tetapi juga kondisi sosial di dalam keluarga.
“Lingkungan sehat bukan cuma soal lingkungan alam. Banyak lingkungan keluarga yang tidak sehat karena faktor ekonomi atau kurangnya kasih sayang dan kehangatan. Akibatnya, anak dan orang tua saling menyalahkan,” ujarnya.
Karena itu, Nuri menilai upaya menciptakan permukiman sehat harus dimulai dari diri sendiri, khususnya dari lingkungan keluarga sebagai pondasi utama kehidupan.
“Kalau lingkungan keluarga sehat, itu akan menjadi rumah yang kuat bagi semua,” tuturnya.
Melalui partisipasinya dalam Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025, Nuri berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus berkontribusi dalam menciptakan permukiman yang sehat, dimulai dari lingkup terkecil.

