GELUMPAI.ID – Nurul Oktaviani, mahasiswi Universitas Primagraha asal Kota Serang, memandang persoalan permukiman sehat sebagai isu struktural yang tidak bisa dilepaskan dari ketimpangan sosial, tata kelola lingkungan, serta keadilan ruang.
Pandangan tersebut yang menjadi landasan dia untuk mengikuti Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025.
Perempuan kelahiran 22 Oktober 2005 ini dikenal aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan gerakan kepemudaan.
Saat ini, Nurul tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Front Aksi Mahasiswa, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Primagraha, serta aktif di Lembaga Pers Mahasiswa pada Divisi Produksi.
Ia juga menjabat Ketua Divisi Keorganisasian Wilayah Banten Perhimpunan Mahasiswa Komputer Nasional.
Di bidang prestasi, Nurul memiliki rekam jejak akademik yang menonjol.
Pada tahun 2023, ia berhasil meraih Medali Emas bidang Matematika serta Medali Perak bidang Biologi dan Sejarah dalam ajang Kompetensi Sains Nasional tingkat nasional.
Selain itu, ia juga mengikuti program Magang MBKM Kampus Merdeka selama enam bulan di PT Racer Robotik Indonesia pada tahun 2024.
Kemampuannya di bidang teknis turut diperkuat dengan kelulusan Sertifikasi Kejuruan Teknik Listrik (Sistem Bangunan Cerdas) yang diterbitkan oleh BNSP, menjadi bekal penting dalam memahami isu permukiman dari sisi teknologi dan infrastruktur.
Dalam keseharian, Nurul gemar membaca dan menelaah isu sosial-politik, lingkungan, serta kebijakan publik.
Ketertarikan tersebut membentuk cara pandangnya yang kritis terhadap persoalan pembangunan, termasuk isu permukiman di Provinsi Banten.
Menurut Nurul, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat berangkat dari kesadaran akademik dan empirik bahwa persoalan permukiman tidak bisa dipersempit hanya sebagai masalah teknis.
“Permukiman tidak layak huni, sanitasi buruk, pengelolaan sampah yang lemah, hingga minimnya partisipasi warga masih menjadi tantangan nyata di Banten. Ini memerlukan pendekatan lintas disiplin dan berbasis masyarakat,” ujarnya.

