GELUMPAI.ID – Kapten Arsenal, Martin Odegaard, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai timnya secara mengejutkan tumbang 1-2 di kandang sendiri dari Bournemouth, Sabtu (3/5). Ekspresi muram terpancar jelas dari wajah gelandang asal Norwegia tersebut seusai peluit akhir berbunyi.
Odegaard sebenarnya turut andil dalam start apik The Gunners di babak pertama, dengan memberikan assist untuk gol pembuka Declan Rice. Namun, dua gol Bournemouth yang lahir dari situasi bola mati memupuskan harapan Arsenal meraih tiga poin dan sekaligus mengakhiri catatan delapan laga tak terkalahkan mereka di liga. Usai pertandingan, Odegaard tak ragu mengungkapkan kekecewaannya.
“Kami sangat kecewa,” ujar Odegaard membuka pembicaraan.
“Kami ingin datang ke sini hari ini dan memainkan pertandingan yang sangat bagus, meraih kemenangan – demi posisi kami di liga dan juga untuk membangun momentum jelang pekan depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Odegaard mengakui bahwa timnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan nyaris sepenuhnya hingga Bournemouth mencetak gol penyama kedudukan. “Saya pikir kami mengontrol hampir segalanya sampai mereka mencetak gol, dan setelah itu semuanya menjadi sedikit terlalu kacau, sedikit liar, dan kami kehilangan momentum. Kami tidak benar-benar memainkan permainan kami setelah itu,” jelasnya.
Gelandang kreatif ini secara blak-blakan menilai performa timnya di babak kedua jauh dari standar yang diharapkan. “Babak kedua sangat jauh dari cukup baik bagi kami. Tidak dapat diterima kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah sesuatu yang harus kami bicarakan dan pastikan kami perbaiki,” tegasnya.
Meskipun kekecewaan jelas terasa, Odegaard menyerukan kepada rekan-rekannya untuk segera bangkit dan fokus pada laga krusial berikutnya. “Kami kecewa sekarang, tetapi kami harus bergerak maju dan menjadi kuat serta tetap bersatu dan mempersiapkan diri untuk pertandingan besar,” ujarnya.
Pertandingan besar yang dimaksud tak lain adalah leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di kandang lawan. Arsenal akan berjuang membalikkan defisit 0-1 demi mengamankan tiket ke final untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir.
“Ini adalah pertandingan yang sangat besar. Itulah sisi baiknya, ketika Anda kecewa sekarang dan Anda marah serta frustrasi, Anda dapat menggunakan semua emosi itu untuk hari Rabu. Kami tahu apa yang kami perjuangkan, ini adalah pertandingan yang sangat besar, kami harus tetap bersatu dan menciptakan energi serta siap,” tandasnya.

