Ia juga mengingatkan agar PMI lebih waspada terhadap penyalahgunaan rekening dan identitas pribadi yang kerap dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.
Dalam acara peluncuran tersebut hadir pula Wakil Menteri Pelindungan PMI Christina Aryani, Kepala Departemen Survailans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI Anton Daryono, serta sejumlah pelaku usaha jasa keuangan dan perwakilan PMI.
Ke depan, OJK bersama KP2MI dan BI akan memperluas edukasi keuangan ke berbagai daerah kantong pekerja migran, seperti Jawa Barat, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Bali. Program ini akan diintegrasikan dengan kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) agar PMI mendapatkan bekal literasi sejak awal.
Melalui inisiatif ini, OJK menegaskan bahwa pemberdayaan PMI bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga tentang kemandirian finansial untuk masa depan yang lebih sejahtera.

