GELUMPAI.ID — Rekayasa lalu lintas one way kembali diperpanjang. Kini, sistem satu arah diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 210 Tol Palimanan-Kanci.
Kebijakan ini diterapkan atas diskresi Kepolisian untuk mengurai lonjakan arus mudik Lebaran 2025.
Data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat, sejak H-10 hingga H-5 Lebaran (21-26 Maret 2025), sebanyak 282.994 kendaraan melintas ke arah Timur melalui GT Cikampek Utama.
Volume kendaraan ini naik 72,1 persen dibandingkan lalu lintas normal yang hanya 164.445 unit.
“Rekayasa one way awalnya diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 188 Tol Cikopo-Palimanan sejak pukul 11.45 WIB,” kata VP Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, Kamis (27/3/2025).
Ia menambahkan, perpanjangan dilakukan pada pukul 14.15 WIB, dari KM 189 hingga KM 210 Tol Palimanan-Kanci.
“Terpantau volume kendaraan menuju Timur Trans Jawa terus meningkat,” jelasnya.
Selain itu, volume kendaraan yang melintasi GT Kalikangkung menuju Semarang selama periode H-10 hingga H-5 Lebaran mencapai 142.301 unit.
Angka ini naik 67,50 persen dibandingkan lalu lintas normal yang hanya 84.954 kendaraan.
Di sisi lain, jumlah kendaraan yang meninggalkan Semarang tercatat 87.666 unit, meningkat 6,26 persen dari kondisi normal.
Sementara itu, di GT Banyumanik, sebanyak 170.124 kendaraan tercatat menuju Solo, naik 28,96 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Untuk kendaraan yang mengarah ke Jakarta, jumlahnya mencapai 106.840 unit atau naik 2,89 persen dibandingkan kondisi biasanya.
Lonjakan juga terjadi di GT Warugunung, dengan 126.200 kendaraan menuju Surabaya, meningkat 11,13 persen dibandingkan hari biasa.
Sedangkan di GT Kejapanan Utama, sebanyak 139.629 kendaraan tercatat menuju Malang, naik 4,13 persen dari kondisi normal.
Sumber: Kompas.com

