Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » OpenAI Hadapi Gugatan di India, ChatGPT Disorot

OpenAI Hadapi Gugatan di India, ChatGPT Disorot

GELUMPAI.ID – OpenAI menghadapi gugatan hukum di India yang diajukan oleh kelompok penerbit buku lokal dan global. Mereka menuduh ChatGPT melanggar hak cipta karena dianggap menyebarkan informasi dari sumber yang tidak berlisensi, menurut dokumen hukum.

Kasus ini bermula dari gugatan yang diajukan tahun lalu oleh kantor berita ANI. Sidang akan digelar di New Delhi pada hari Selasa mendatang. Kasus ini berpotensi membentuk kerangka hukum baru terkait kecerdasan buatan (AI) di India, yang merupakan pasar terbesar kedua OpenAI berdasarkan jumlah pengguna.

Dalam beberapa minggu terakhir, penerbit buku dan hampir selusin media digital, termasuk media milik taipan Gautam Adani dan Mukesh Ambani, ikut menggugat raksasa AI tersebut. Federasi Penerbit India, yang mewakili berbagai perusahaan lokal serta penerbit global seperti Bloomsbury dan Penguin Random House, menyebut bahwa ChatGPT menghasilkan ringkasan dan cuplikan buku dari salinan daring yang tidak berlisensi, sehingga merugikan bisnis mereka.

Dilansir dari Reuters, OpenAI membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa informasi yang digunakan ChatGPT diambil dari platform publik seperti Wikipedia atau abstrak, ringkasan, dan daftar isi yang tersedia secara daring. Dalam dokumen pengadilan tertanggal 26 Januari, OpenAI menegaskan bahwa “web-crawlers dirancang hanya untuk mengakses data yang tersedia secara publik.”

Selain itu, OpenAI menyatakan bahwa para penerbit “gagal menunjukkan satu pun contoh konkret” yang membuktikan bahwa layanan mereka dilatih menggunakan “karya sastra asli.” Namun, Pranav Gupta, sekretaris federasi, mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar konten terkait buku yang ditampilkan ChatGPT diambil dari situs web yang memiliki perjanjian lisensi dengan penerbit buku.

OpenAI tetap berpegang pada prinsip bahwa mereka hanya menggunakan data yang tersedia secara publik dengan cara yang dilindungi oleh prinsip penggunaan wajar. Saat dimintai komentar pada hari Selasa, OpenAI merujuk pada pernyataan sebelumnya dan dokumen pengadilan yang menolak klaim para penerbit.

Laman: 1 2