“Dengan alasan sandera, mereka akan meratakan semua bangunan yang tersisa,” peringat sumber intelijen. Ia mengklaim tujuannya mengusir warga Palestina.
Mantan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon menyebut rencana itu “kejahatan perang.” Ia mengutuknya sebagai pembersihan etnis.
“Militer akan mengarahkan prajurit menjadi penjahat perang,” ujar Yaalon.

