Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Optimisme Pengusaha Menurun, Apindo Soroti Tantangan Ekonomi

Optimisme Pengusaha Menurun, Apindo Soroti Tantangan Ekonomi

GELUMPAI.ID — Keyakinan pelaku usaha terhadap ekonomi Indonesia menurun. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2025 hanya mencapai 66,8%.

Angka ini turun dari 69,2% pada Maret 2025. Ini menjadi level terendah dalam setahun terakhir.

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menilai situasi ini serius. “Buat saya sekarang bukan soal optimis atau tidak optimis,” katanya.

Data PMI Manufaktur April 2025 menunjukkan kontraksi tajam. Angka 46,7 mencerminkan penurunan dari 52,4 di Maret 2025.

Menurut laporan dari CNBC Indonesia, kontraksi ini terdalam sejak Agustus 2021. Permintaan baru melemah dan biaya produksi meningkat.

“Ini menandai pergeseran drastis dari fase ekspansi,” ujar Shinta dalam Media Briefing Apindo di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Apindo mengidentifikasi empat tantangan utama industri. Regulasi, biaya tinggi, keamanan, dan SDM menjadi hambatan.

Sebanyak 43% pelaku usaha menilai regulasi tidak mendukung. Biaya logistik mencapai 23% dari PDB.

“Suku bunga pinjaman 8-14% terlalu berat,” tegas Shinta.

Keamanan usaha juga terganggu oknum di lapangan. Ketidakpastian operasional semakin memperburuk situasi.

Kualitas SDM Indonesia masih tertinggal. Produktivitas tenaga kerja hanya US$23,87 ribu.

“36,54% tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah,” ungkap Shinta.

Apindo mendorong solusi melalui satgas pemerintah. Fokus pada ekspor, deregulasi, dan mitigasi PHK.

“Kita tidak cuma komplain, tapi juga tawarkan solusi,” tuturnya.

Shinta menekankan pentingnya pelaksanaan di lapangan. Kolaborasi dengan pemerintah harus diperkuat.

“Bagaimanapun, kita bagian dari Indonesia Incorporated,” pungkas Shinta.