“Dia bisa pole position dengan keunggulan setengah atau satu per sepuluh detik. Tapi dia tidak ingin hanya unggul satu per sepuluh detik-dia ingin tiga atau empat. Di situlah kesalahan muncul. Itu kesalahan yang dia buat sendiri.”
Setelah akhir pekan di Arab Saudi, di mana Max Verstappen meraih pole position tapi kalah di balapan, Norris menyatakan McLaren tidak memiliki mobil tercepat di Jeddah-pernyataan yang dibantah oleh Piastri.
Montoya tidak terkesan dengan komentar Norris itu dan menilai dia tidak seharusnya mencari alasan atas kurangnya kecepatan.
“Setiap tahun ketika Lando tampil bagus, dia dianggap underdog,” katanya. “Tapi kali ini, dia seperti membela diri dengan bilang, ‘Kami masih sangat bagus, bukan mobilnya.’”
“Mereka punya mobil terbaik. Dia justru menambah tekanan pada dirinya sendiri. Dia tidak perlu mencari alasan dan minta maaf. Dia harus merayakan bahwa mereka punya mobil terbaik, bilang pada semua orang bahwa seluruh tim melakukan pekerjaan luar biasa, dan bahwa mereka sedang memenangkan balapan.”
McLaren menegaskan memperlakukan Norris dan Piastri secara setara sejauh ini, menolak ada pembagian peran ‘nomor satu’ atau ‘nomor dua’ di tim.
Namun, belum jelas apakah McLaren akan tetap mempertahankan pendekatan ini sepanjang musim, terutama jika Verstappen semakin kuat dalam perebutan gelar.
Menurut Montoya, McLaren kemungkinan akan menentukan prioritas berdasarkan hasil kualifikasi dan menghindari pertarungan antar pebalap terlalu dini.
“Kalau kamu kualifikasi lebih dulu, itu milikmu. Kecuali ada hal besar terjadi atau kamu keluar lintasan, mereka akan mengontrol situasi sampai balapan ke-15. Saat itu, klasemen konstruktor harus sudah jelas,” tutup Montoya.

