GELUMPAI.ID — Oscar Piastri meraih kemenangan ketiga di musim 2025 pada Miami Grand Prix. Ia mengungguli rekan setim McLaren, Lando Norris.
Norris kalah start dari Max Verstappen di lap pembuka. Meski begitu, kecepatannya tetap mengesankan sepanjang akhir pekan.
Max Verstappen tampil luar biasa dengan meraih pole position. Pertahanannya melawan McLaren sangat tangguh, meski akhirnya kehilangan podium.
George Russell mencatatkan akhir pekan terlemahnya musim ini. Virtual Safety Car membantunya finis di posisi ketiga.
Alex Albon tampil solid dengan finis kelima untuk Williams. Ia menunjukkan performa balapan yang kuat meski kalah di kualifikasi.
Mengutip laman Crash, Kimi Antonelli bersinar di kualifikasi dengan pole di sprint. Namun, pengalamannya masih kurang di balapan utama.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kesulitan bersama Ferrari. Leclerc sedikit lebih baik di kualifikasi dan balapan.
“Saya bisa menyerang Antonelli jika tim menerapkan strategi lebih cepat,” kata Hamilton.
Carlos Sainz kecewa dengan kerusakan mobil di lap awal. Meski begitu, ia tetap menunjukkan kilatan performa cemerlang.
Yuki Tsunoda finis di zona poin meski mendapat penalti lima detik. Ia tertinggal jauh dari Verstappen di balapan.
Isack Hadjar tampil rapi untuk Racing Bulls. Ia nyaris meraih poin di Miami.
Esteban Ocon lebih cepat dari rekan setimnya di Haas. Virtual Safety Car menggagalkan peluangnya masuk zona poin.
Pierre Gasly tampil buruk dan start dari pit lane. Ia hanya finis di posisi 13.
Nico Hulkenberg bingung dengan strategi Sauber yang tidak memanfaatkan VSC. Ia finis di urutan 14.
Fernando Alonso menunjukkan keajaiban di kualifikasi sprint. Namun, ia tersingkir akibat tabrakan dengan Liam Lawson.
“Tabrakan itu merusak balapan saya,” ujar Alonso.
Lance Stroll meraih empat poin di sprint race. Ini hasil besar untuk Aston Martin yang kesulitan bersaing.
Liam Lawson dinilai bersalah atas insiden dengan Alonso di sprint. Balapan utamanya juga hancur akibat tabrakan dengan Jack Doohan.
Gabriel Bortoleto tampil impresif di kualifikasi hingga lolos ke Q2. Sayangnya, masalah mesin mengakhiri balapannya lebih awal.

