News
Beranda » News » Osiel Cardenas, Eks Gembong Narkoba, Dipulangkan AS ke Meksiko: Era Baru Perang Kartel?

Osiel Cardenas, Eks Gembong Narkoba, Dipulangkan AS ke Meksiko: Era Baru Perang Kartel?

GELUMPAI.ID – Eks bos kartel Gulf yang terkenal dengan taktik kekerasan ekstrem, Osiel Cardenas, resmi dideportasi dari Amerika Serikat ke Meksiko pada Senin (11/12). Proses ini dilakukan di perbatasan kota Tijuana, menurut dua pejabat federal seperti dilansir Reuters.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa pria berusia 57 tahun ini langsung dipindahkan ke penjara Almoloya, Meksiko, dan menghadapi tiga dakwaan kriminal di negara asalnya. Beberapa di antaranya terkait kejahatan terorganisir dan penggunaan dana ilegal.

Cardenas sebelumnya dibebaskan dari penjara keamanan maksimum AS pada Agustus lalu, setelah menjalani hukuman lebih dari dua dekade. Sejak itu, ia berada dalam tahanan otoritas imigrasi AS hingga akhirnya diserahkan kepada penegak hukum Meksiko. Dalam pernyataan resmi, Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menegaskan, “Penyerahan Osiel Cardenas ke penegak hukum Meksiko berjalan lancar di pintu masuk perbatasan San Diego, California.”

Samuel Olson, kepala kantor lapangan ICE Chicago yang memimpin deportasi ini, menyatakan, “Pemulangan Osiel Cardenas yang sukses menegaskan komitmen kami terhadap keselamatan publik dan keadilan tanpa kompromi.”

Masa Lalu Berdarah dan Warisan Kartel

Sebelum penangkapannya dalam baku tembak 2003, Cardenas memimpin salah satu era tergelap kekerasan geng di Meksiko, termasuk taktik brutal seperti pemenggalan kepala. Ia juga dikenal sebagai pendiri Zetas, kelompok bersenjata dari kartel Gulf yang terdiri dari mantan pasukan khusus militer. Kelompok ini kemudian memisahkan diri dan menjadi salah satu geng kriminal paling mematikan di Meksiko.

Zetas tidak hanya mengandalkan perdagangan narkoba tetapi juga meneror masyarakat melalui pemerasan hingga penculikan besar-besaran demi uang tebusan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kartel Gulf mulai kehilangan pengaruh, kalah bersaing dengan kartel kuat seperti Sinaloa dan Jalisco New Generation.

Proses deportasi ini dianggap sebagai tonggak baru dalam upaya penegakan hukum internasional terhadap kejahatan terorganisir lintas negara.

Sumber: Reuters