Entertainment

Park Hae-soo Balas Dendam Lewat Tawa Gila di ‘Karma’

“Dia tipe orang yang menyalahkan semua orang dan menjual nuraninya,” katanya.

Namun, Park percaya karakternya sudah mati secara spiritual bahkan sebelum akhir cerita.

“Menurutku, dia mati di halte bus,” ucapnya lirih.

Tertawa aneh yang sering terdengar dalam serial pun punya makna tersendiri.

“Aku ingin coba beberapa jenis tawa, seperti The Joker-nya Heath Ledger,” ujarnya.

“Tertawa adalah cara dia bicara. Ada kebencian terhadap diri sendiri di sana,” imbuhnya.

Park juga bercerita soal lokasi syuting yang menyimpan kesan kuat.

Salah satunya adalah jembatan dekat rumah neneknya yang katanya dingin bahkan saat musim panas.

Syuting di gang tempat karakternya bertemu dengan Ju-yeon juga meninggalkan rasa tidak nyaman.

“Energinya berat banget. Rasanya ingin cepat-cepat selesai dan pergi dari sana,” akunya.

Meski sering tampil sebagai karakter gelap, Park justru mengaku sebagai orang pendiam.

Lucunya, ia malah menikmati perhatian.

“Kalau makan di restoran BBQ, aku pilih tempat yang bisa dilihat orang. Kalau ada yang kenal, aku sapa,” katanya sambil tertawa.

“Ada kepuasan saat mengekspresikan emosi ekstrem lewat peran. Itu memberiku katarsis.”

Soal prinsip hidup, Park hanya ingin menikmati proses.

“Fokusku bukan hasilnya. Tapi prosesnya. Kalau akting sudah tak menyenangkan, saat itulah aku berhenti,” pungkasnya.

Sumber: Korean Times

Laman: 1 2