Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Pasca El Clasico, Masa Depan Modric Jadi Tanda Tanya Besar di Madrid

Pasca El Clasico, Masa Depan Modric Jadi Tanda Tanya Besar di Madrid

Di tengah pusaran emosi tersebut, satu nama mencuri perhatian dengan kehati-hatian dan aura misteri: Luka Modric. Pertanyaan besar menggantung: apa yang akan terjadi dengan Modric? Masa depannya di Real Madrid masih menjadi tanda tanya besar, seolah ia hanyalah pemain biasa. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Kekalahan di El Clasico memang selalu menghadirkan badai di Real Madrid. Tak terkecuali kali ini, di mana sebagian besar Madridista menyerukan perombakan besar-besaran skuad, meskipun mayoritas pemain dalam tim yang sama baru saja mengantarkan gelar Liga Champions dan La Liga kurang dari setahun lalu.

Tentu, penting untuk tidak kehilangan perspektif, berbeda dengan mereka yang mencaci maki pemain atas kekalahan, menghina pemain debutan karena gagal mencetak gol, atau bahkan memaksa tim lain menginap di kamp latihan mereka karena takut serangan. Situasi ini mulai di luar kendali.

Di tengah pusaran emosi tersebut, satu nama mencuri perhatian dengan kehati-hatian dan aura misteri: Luka Modric. Pertanyaan besar menggantung: apa yang akan terjadi dengan Modric? Masa depannya di Real Madrid masih menjadi tanda tanya besar, seolah ia hanyalah pemain biasa.

Padahal, tidak demikian. Kontrak pemain Kroasia itu akan berakhir dalam waktu satu setengah bulan, dan hanya tersisa dua pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu. Kepastian mengenai apakah ini akan menjadi malam-malam terakhir kita menyaksikan magisnya Luka di Bernabeu menjadi sangat mendesak.

Memang benar, peran Modric dalam starting eleven Real Madrid musim ini mengalami penurunan. Namun, tak bisa dipungkiri pula kontribusinya setiap kali ia dibutuhkan. Bukan kebetulan jika permainan Madrid membaik saat ia masuk lapangan di Montjuic (kandang Barcelona) atau di final Copa del Rey. Terlepas dari segalanya, ia telah tampil dalam 53 pertandingan dengan total 2.571 menit bermain – jumlah yang tidak sedikit.

Namun, arti penting Modric jauh melampaui statistik yang menunjukkan performa yang masih sangat layak. Ia adalah representasi terakhir dari lini tengah yang mendominasi Eropa, pemain yang mendapat aplaus di hampir setiap stadion (dari San Mames hingga Balaidos), dan juga merupakan contoh hidup di ruang ganti. Seorang juara yang telah meraih segalanya, yang mengajarkan kepada para pemain muda arti sebenarnya dari tuntutan klub sebesar Real Madrid. Ia adalah seorang panutan, di dalam maupun di luar lapangan.

Oleh karena itu, para Madridista perlu mengetahui apakah Modric akan bertahan atau tidak, agar mereka dapat terus memberikan dukungan dan apresiasi kepadanya. Karena, pada hari ia pergi nanti, Luka Modric layak mendapatkan perpisahan di Santiago Bernabeu yang sama megahnya dengan perpisahan Toni Kroos.