Entertainment
Beranda » Entertainment » Paula Verhoeven Ungkap Kekuatan Hadapi Isu Miring dan Tuduhan HIV

Paula Verhoeven Ungkap Kekuatan Hadapi Isu Miring dan Tuduhan HIV

GELUMPAI.ID – Paula Verhoeven akhirnya buka suara soal berbagai isu miring yang menerpanya, termasuk tuduhan positif HIV yang sempat viral di media sosial.

Seperti yang dilaporkan oleh GRID, Paula mengaku kuat bertahan menghadapi cobaan tersebut karena keyakinannya pada rencana Allah. Ia percaya semua yang terjadi adalah bagian dari kasih sayang Tuhan.

“Aku yakin semua rencana Allah itu pasti baik, semua yang sudah Allah tetapkan untuk hambanya pasti karena rasa cinta dan juga sayangnya Allah pada kita. Itu yang membuatku bisa menghadapi semua hal yang Allah tetapkan untukku,” ucap Paula.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GRID, isu HIV tersebut muncul dalam putusan sidang perceraian Paula dan Baim Wong di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Hal ini sempat menjadi perbincangan hangat setelah beredar di media sosial.

Tuduhan itu tertulis dalam putusan sidang pada halaman 95 dengan nomor perkara 3477/Pdt.G/2024/PA.JS. Dalam putusan tersebut, pihak penggugat menyatakan kekhawatiran jika Paula tinggal bersama anak-anaknya karena penyakit yang diduga dideritanya.

“..Mengenai pemeriksaan kesehatan Termohon sebelum menikah yang menyatakan Termohon dinyatakan positif HIV,” isi putusan sidang dikutip dari akun Instagram @nikmine17, Rabu (23/4/2025).

Paula sendiri sempat membantah isu perselingkuhan yang juga muncul dalam proses perceraian itu, namun memilih bungkam terkait tuduhan penyakit HIV.

Menurut laporan dari GRID, Paula baru-baru ini mengunggah pesan pilu di media sosial yang kemudian diposting ulang di kanal Youtube Intens Indigo. Unggahan itu mendapat banyak dukungan dari netizen.

“Allah sedang meningkatkan derajat kamu kak paula,” tulis akun @amy***.

“Tetap semangat Paula..apapun tentang kejelekanmu yg tlah di imbar di public.. iklaskan semuanya Tuhan lebih tau semuanya,” imbuh akun @tri***.

Paula juga resmi melaporkan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan ke Komisi Yudisial karena merasa ada pelanggaran kode etik dalam putusan perceraian yang menjatuhkannya.

“Saya hadir di sini untuk menyampaikan laporan atas dugaan pelanggaran etika majelis hakim yang memutus perkara perceraian saya. Saya merasa ada ketidakadilan dalam proses ini,” ujar Paula di Gedung Komisi Yudisial, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis.

Laman: 1 2