GELUMPAI.ID — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Stok suplemen pencegah malnutrisi telah habis total.
“Situasinya memburuk setiap hari,” ujar juru bicara PBB, Stephanie Tremblay. Ia merujuk laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Tim PBB yang bekerja mencegah malnutrisi melaporkan tidak ada lagi stok suplemen di Gaza. Persediaan untuk pengobatan malnutrisi juga akan segera habis.
“Jika perbatasan tidak dibuka untuk masuknya kargo, stok pengobatan juga akan habis,” kata Tremblay.
Menurut laporan dari Middle East Monitor, Israel menyerang sekolah-sekolah yang jadi tempat perlindungan warga sipil. Analisis citra satelit menunjukkan lebih dari 95% bangunan sekolah di Gaza rusak.
Laporan mitra PBB menyebut 90% keluarga di Gaza kekurangan air bersih bulan lalu. Ini memaksa mereka memilih antara kebutuhan memasak atau kebersihan.
PBB menyatakan siap mengirimkan bantuan segera jika Israel mengizinkan akses. Lebih dari 240.000 ton metrik pasokan tersedia di gudang luar Gaza.
“Hari ini, Israel menolak tiga perempat permintaan PBB, yaitu enam dari delapan,” ujar Tremblay. Setengah penolakan terkait pengambilan pasokan dari area militer.
Blokade Israel terus membatasi akses bantuan kemanusiaan. Situasi ini memperburuk krisis gizi dan air di Gaza.

