News
Beranda » News » PBB Peringatkan Risiko Nakba Baru di Gaza Akibat Kebijakan Israel

PBB Peringatkan Risiko Nakba Baru di Gaza Akibat Kebijakan Israel

GELUMPAI.ID — Komite khusus PBB memperingatkan dunia akan potensi “Nakba” baru di Gaza. Israel dituduh melakukan pembersihan etnis dan menyengsarakan warga Palestina.

Israel berencana mengusir ratusan ribu warga dari Gaza utara. Mereka akan dipindahkan ke enam kamp pengungsian.

Rencana ini membangkitkan trauma Nakba 1948. Saat itu, 760.000 warga Palestina diusir saat pembentukan Israel.

“Israel terus menyiksa warga di bawah pendudukannya,” kata komite PBB. “Mereka memperluas perampasan lahan untuk ambisi kolonial.”

Komite menyoroti pelanggaran hak asasi manusia. Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi disebut sebagai praktik sistematis.

“Metode ini seperti panduan untuk mempermalukan dan menakuti,” ujar komite tersebut.

Menurut laporan dari Al Jazeera, Israel memblokade total bantuan ke Gaza. Truk makanan tertahan hanya beberapa kilometer dari warga yang kelaparan.

“Ini realitas keji bagi warga Gaza,” kata komite.

Operasi keamanan Israel disebut sebagai kedok. Tujuannya adalah pengusiran massal dan perampasan lahan.

“Apa yang kita saksikan bisa jadi Nakba baru,” tegas komite usai misi di Amman.

Komite menyebut ekspansi kolonial sebagai prioritas Israel. Pemukiman Yahudi menggantikan komunitas Palestina.

Blokade Israel memperparah krisis kemanusiaan. Warga Gaza terancam kelaparan akibat kebijakan ini.

“Tujuan Israel adalah memperluas wilayahnya,” lapor komite tersebut.

Komite ini dibentuk PBB pada 1968. Mereka menyelidiki praktik Israel terhadap hak asasi warga Palestina.

Saat ini, komite terdiri dari duta besar Sri Lanka, Malaysia, dan Senegal. Mereka berbasis di New York.

Nakba 1948 meninggalkan luka mendalam. Keturunan 160.000 warga Palestina kini jadi minoritas di Israel.

Peringatan PBB ini menegaskan urgensi situasi. Gaza terancam pengusiran massal dan penderitaan berkelanjutan.