GELUMPAI.ID — Pecco Bagnaia belum tampil sesuai harapan musim ini. Namun, ia masih dalam jangkauan pemuncak klasemen MotoGP.
Pembalap Ducati pabrikan ini tertinggal 20 poin dari Alex Marquez. Ia juga 19 poin di belakang rekan setimnya, Marc Marquez, setelah lima seri.
Dua kecelakaan Marc di Texas dan Jerez membuka peluang bagi rival. Bagnaia kini berharap pada tes pasca-balapan untuk menemukan solusi.
“Untungnya bagi Pecco, Marc membuat dua kesalahan besar di balapan,” ujar seorang analis.
Bagnaia belum sepenuhnya menguasai motor GP25. Tes pada Senin lalu menjadi harapan untuk menemukan peningkatan performa.
Mengutip laman CRASH, Bagnaia disebut kehilangan sesuatu di masuk tikungan. “Ini soal keseimbangan,” kata analis tersebut.
“Pecco tidak bereksperimen banyak di akhir pekan balapan. Tekanan besar membuat pembalap enggan mencoba hal baru,” tambahnya.
Tes pasca-Jerez fokus pada eksperimen. Bagnaia diharapkan menemukan kunci yang hilang.
“Jika Pecco menemukan solusi, dengan dua kesalahan Marc, kita akan punya persaingan ketat!” ujar analis.
Alex Marquez memimpin klasemen dengan selisih satu poin. Persaingan kejuaraan tetap terbuka lebar.
“Kita butuh Pecco di pertarungan ini. Dia harus bisa menang dan melakukan manuver,” katanya.
Bagnaia sendiri mengaku kesulitan menyalip. “Saya belum bisa melakukan manuver,” ungkapnya.
Di Spanyol, Bagnaia naik podium. Ia optimistis usai tes pada Senin lalu.
Bagnaia tidak membeberkan komponen yang diuji. Namun, ia yakin membawanya ke seri Le Mans.
Cuaca buruk menghambat pengujian pengaturan motor. Bagnaia akhirnya mencoba komponen lama yang sempat digunakan Marc.
Musim Eropa kini berjalan penuh. Bagnaia berharap sirkuit berikutnya cocok dengan gaya balapnya.
Meski musim ini berjalan sulit, Bagnaia tetap dalam perebutan gelar. Ia harus memanfaatkan peluang untuk mengejar Marquez bersaudara.

