News
Beranda » News » Pekik ‘Budi Mundur’ Menggema Saat Warga Sukadana Tolak Penggusuran

Pekik ‘Budi Mundur’ Menggema Saat Warga Sukadana Tolak Penggusuran

GELUMPAI.ID – Puluhan warga yang terdiri dari kelompok ibu dan bapak-bapak di bantaran sungai Sukadana mengepung kantor Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Rabu 2 Juli 2025.

Aksi ini dilakukan dalam rangka menolak rencana Pemerintah Kota Serang menggusur permukiman mereka dibatalkan.

Mereka mendesak agar Walikota Serang, Budi Rustandi, mundur, karena disebut hanya memberi janji manis serta menuntut Budi bertanggungjawab atas nasib mereka yang terdampak rencana normalisasi Sungai Sukadana.

“Budi mundur, Budi mundur,” pekik mereka, seperti dikutip dari banpos.co.

Warga Sukadana diketahui sudah berkumpul di halaman kantor Kecamatan Kasemen sejak pukul 07.00 WIB.

Mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan sindiran untuk Pemerintah Kota Serang, ‘Janjinya Manis, Tapi Bikin Rakyat Menangis’.

Para warga ini juga meneriakan tuntutan supaya Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mundur dari jabatannya.

“Wahyu mundur, Wahyu mundur,” teriak warga, di depan pintu masuk kantor Kecamatan Kasemen.

Usai menyampaikan beberapa orasi, sebanyak lima orang perwakilan warga Sukadana diminta untuk menghadap ASDA I Kota Serang, Subagyo, dan Camat Kasemen, Kristiyanto, untuk melakukan audiensi.

Hingga berita ini ditayangkan, warga Sukadana masih berkumpul di halaman kantor Kecamatan Kasemen untuk menanti kepastian nasib.