GELUMPAI.ID – Sub 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Banten berhasil menangkap pelaku peredaran uang palsu berinisial US di Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Saat menjalankan aksinya, pelaku US mengaku sebagai seorang ustadz. Ia diketahui telah mengedarkan uang palsu sebanyak 2.600 lembar pecahan Rp 100 ribu, bersama dengan 3 lembar kain putih.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait kejadian di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Cigeulis, Pandeglang.
Uang palsu tersebut disembunyikan dalam peti kayu, dengan beberapa lembar uang asli di atasnya untuk meyakinkan korban. Pelaku juga mengklaim bahwa ia bisa menggandakan uang, dan korban harus memberikan mahar jika ingin mendapatkan uang dalam jumlah banyak.
Dirreskrimum Polda Banten, Dian Setiawan, menjelaskan bahwa peti kayu hitam yang digunakan pelaku menyimpan uang palsu tersebut berisi uang palsu dengan total nilai mencapai Rp 260 juta.
“Jadi, modusnya adalah, uang-uang palsu ini, pada saat ditemukan oleh petugas di lapangan, bagian atasnya diisi dengan uang asli, uang asli ditaruh paling atas, kemudian di bawahnya uang palsu,” ujar Dian dikutip dari LambeTurah.co.id pada Kamis, (16/1/2025).
“Kita sudah menemukan di TKP, yaitu 300 lembar uang yuan Cina dengan pecahan masing-masing 1 yuan dan uang tunai pecahan Rp100 ribu, ini adalah uang asli, itu nilainya Rp23,7 juta. Adapun motif dari pelaku ini adalah berupa uang cash yang diserahkan para korban,” imbuhnya.
Menurutnya, pelaku dikenal sebagai seorang ustadz di pondok tersebut. Selain mengklaim bisa menggandakan uang, pelaku juga mengaku memiliki kemampuan untuk menarik uang gaib atau uang amanah dari orang tua zaman dulu dan memperbanyak jumlahnya berkali-kali lipat.
“Yang bersangkutan mengaku sebagai tokoh agama, biasa dipanggil ustadz atau kiai, dengan alibi bisa menggandakan uang sampai berkali-kali lipat serta bisa menarik uang amanah atau uang orang tua atau uang jadul yang tersimpan di dalam peti, dengan syarat, untuk membuka petinya harus dengan menyerahkan sejumlah mahar,” katanya.

