GELUMPAI.ID — Debut film panjang Farah Nabulsi, The Teacher, datang dengan dentuman pelan tapi mematikan.
Berlatar di Tepi Barat, film ini merekam keseharian hidup di bawah bayang-bayang pendudukan militer.
Nabulsi meramu kisah guru sekolah Palestina bernama Basem (Saleh Bakri) yang berjuang di tengah tekanan politik dan trauma pribadi.
Ia menjadi sosok pelindung bagi muridnya, Adam (Muhammad Abed El Rahman), yang tengah berada di ujung tanduk setelah rumahnya dihancurkan oleh tentara Israel.
Di kelas, Basem juga menghadapi Yacoub (Mahmoud Bakri), remaja keras kepala yang baru keluar dari tahanan.
Keduanya membawa konflik masing-masing, tapi Basem mencoba memandu mereka dengan tenang, walau dirinya sendiri penuh luka masa lalu.
Film ini tak banyak bersuara, namun bebannya terasa.
Lewat gambar-gambar Basem mengemudi ke sekolah, suasana terbangun pelan: hangat tapi penuh ketegangan.
Kehadiran karakter asing seperti Lisa (Imogen Poots), pekerja sosial asal Inggris, sejenak memberi harapan. Namun realitas brutal segera membungkam semua optimisme.
Perintah pembongkaran rumah datang begitu saja — tanpa alasan jelas, tanpa hak untuk membela diri.
Keluarga Adam bahkan harus membayar ongkos penghancuran rumahnya sendiri.
Tak ada ruang untuk marah, apalagi bertindak.
Namun Adam mulai mencari cara untuk membalas. Basem tahu jalan itu hanya mengarah ke kehancuran.
Dari sinilah ketegangan tumbuh — bukan dari aksi, tapi dari pilihan sulit yang tak kunjung mendapat jawaban.
Relasi guru dan murid yang makin mirip ayah dan anak ini jadi poros utama film.
Aktor-aktornya tampil memikat dalam diam yang penuh tekanan.
Tak ada ledakan besar, tapi emosi menggelegak terus dalam kesunyian.
Kisah sampingan seperti hubungan romantis Basem dengan Lisa terasa kurang menggigit. Tapi tetap memberi nuansa pada dilema utama.
Sementara itu, di sisi lain, ada cerita diplomat Amerika yang mencoba menyelamatkan anaknya, tentara Israel yang disandera.
Mereka menuntut pertukaran dengan seribu tahanan Palestina.
Ini mengingatkan pada kasus nyata Gilad Shalit, tentara Israel yang dibebaskan dengan barter 1.027 tahanan.

