Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Pemain Manchester United Kecewa Berat dengan Alokasi Tiket Final Liga Europa

Pemain Manchester United Kecewa Berat dengan Alokasi Tiket Final Liga Europa

Para pemain Manchester United dikabarkan tidak senang dengan keputusan pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, yang membatasi jumlah tiket untuk keluarga mereka di final Liga Europa pekan depan. (cr/manutd.com)

GELUMPAI.ID – Para pemain Manchester United dikabarkan tidak senang dengan keputusan pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, yang membatasi jumlah tiket untuk keluarga mereka di final Liga Europa pekan depan. Laporan dari Inggris menyebutkan bahwa para penggawa The Red Devils hanya dialokasikan dua tiket per pemain untuk laga puncak melawan Tottenham Hotspur di San Mames, Bilbao.

Selain jumlah tiket yang terbatas, logistik perjalanan juga menjadi sorotan. Jadwal penerbangan yang diatur klub dinilai menyulitkan pemain untuk merayakan potensi kemenangan bersama keluarga mereka.

Dilansir dari Daily Mail, kebijakan Ratcliffe yang dianggap “pelit” dalam memberikan tiket gratis ini telah menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pemain. Klub hanya memberikan dua tiket cuma-cuma per pemain untuk teman dan keluarga, beserta tempat duduk di penerbangan carteran.

Penerbangan tersebut dijadwalkan mendarat di Santander, sekitar 96 kilometer dari Bilbao, pada pagi hari pertandingan. Para tamu juga akan mendapatkan fasilitas makan dan minum di hotel tim. Namun, penerbangan kembali juga dijadwalkan dari Santander pada pukul 02.15 dini hari setelah final usai, yang praktis menghilangkan kesempatan untuk perayaan pasca-pertandingan.

Para pemain sebenarnya memiliki opsi untuk membeli hingga 10 tiket tambahan dari UEFA dengan harga normal, mulai dari 55 hingga 200 poundsterling. Namun, jika memilih opsi ini, mereka harus menanggung sendiri biaya penerbangan dan akomodasi tambahan untuk keluarga mereka.

Padahal, kemenangan di Liga Europa berpotensi menghasilkan pendapatan hingga 100 juta poundsterling bagi Manchester United berkat tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Namun, efisiensi biaya yang terus diterapkan oleh pimpinan INEOS tersebut tampaknya tidak diterima dengan baik oleh para pemain.

Di tengah situasi ini, manajer Manchester United, Ruben Amorim, mengambil langkah berbeda. Ia dikabarkan akan menanggung biaya perjalanan dan akomodasi untuk 30 anggota staf kepelatihan dan staf pendukung lainnya beserta keluarga mereka untuk hadir di final Liga Europa. Amorim secara pribadi akan membayar biaya hingga dua anggota keluarga atau teman untuk para pelatih dan fisioterapisnya.

“Anda tahu bahwa kami memiliki banyak hal – orang pergi, banyak perubahan dalam staf. Pada saat ini bagi klub kami, terkadang sulit untuk memahami kapan memberi dan kapan mengambil. Sulit bagi klub untuk mulai memberi kepada anggota staf lain – ini adalah posisi yang sangat sulit,” ujar Amorim.

Amorim melanjutkan, “Reaksi saya adalah membantu. Kemudian kami berbicara dengan para pemain dan para pemain memiliki reaksi yang sama – semua orang ingin staf dan keluarga mereka ada di sana,” tandasnya.

Kedua tim finalis masing-masing mendapatkan alokasi sekitar 15.000 tiket dari UEFA. Sementara Tottenham Hotspur menawarkan tiket gratis kepada setiap karyawan purnawaktu mereka, Manchester United justru hanya mengalokasikan sejumlah kecil tiket untuk staf melalui sistem ballot. Sebagai gantinya, para staf diundang untuk menyaksikan pertandingan melalui layar lebar di Manchester dengan tawaran dua minuman gratis.