GELUMPAI.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengklaim pemberian makan bergizi gratis sudah dilakukan pada jam sarapan. Program ini dimulai pukul 08.00 untuk anak PAUD dan kelas 1 hingga 2 SD, serta pukul 09.30 untuk siswa SD lainnya.
Namun, Dadan tidak merinci waktu pembagian makanan bergizi untuk siswa SMP dan SMA. “Anak Paud sampai kelas 2 SD makannya pukul 08.00, anak SD lainnya 09.30,” kata Dadan Hindayana saat dihubungi Tempo melalui aplikasi perpesanan pada Rabu, 8 Januari 2025.
Hal ini disampaikan untuk merespons usulan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang meminta distribusi makan bergizi dilakukan pada jam sarapan untuk semua jenjang pendidikan, dari TK hingga SMA. “Pagi-pagi itu (siswa) sudah ada di belakang, di kantin. Mereka tidak mengindahkan untuk belajar tetapi lebih mementingkan makan. Saya tanya, Kenapa? Mereka menjawab, Perut saya lapar, Pak. Dari rumah tidak sarapan, hanya minum air putih,” kata Heru Purnomo, anggota Dewan Kehormatan FSGI, saat dihubungi pada Senin malam, 6 Januari 2025.
Menurut Heru, sarapan bergizi membantu siswa lebih siap dalam menerima pelajaran. Ia menyatakan, banyak siswa yang tidak fokus saat pelajaran karena perut lapar. Bahkan, beberapa meninggalkan kelas untuk pergi ke kantin.
Selain itu, Heru menambahkan, pemberian makan pada waktu siang hari sering kali tidak efektif. “Makan siang disajikan sekitar pukul 12.00, siswa sudah melewatkan sekitar 75 hingga 80 persen waktu pembelajaran,” tambahnya. Ia menekankan agar makan bergizi disajikan pada jam sarapan untuk memastikan nutrisi dapat memberikan energi yang maksimal untuk kesiapan mental dan fisik siswa.
Sumber: TEMPO

