GELUMPAI.ID – Pemerintah Indonesia bertekad untuk memperbaiki kembali fungsi wilayah serapan air, terutama di Bogor dan Bekasi, Jawa Barat, guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi dan memetakan struktur-struktur yang melanggar peraturan.
“Sangat penting bagi kami untuk merehabilitasi semua wilayah headwater, termasuk yang ada di Bekasi dan Sentul (Bogor),” tuturnya, dikutip dari chatNews..id, pada Kamis (13/3).
Selain itu, Menteri menegaskan bahwa pihak berwenang berencana untuk memanggil pihak-pihak yang memiliki informasi terkait izin yang diberikan untuk pembangunan struktur ilegal tersebut.
“Kami akan mengumpulkan semua data yang diperlukan, dan semua orang harus mematuhi panggilan,” tegasnya.
Dia kemudian menyampaikan bahwa hasil investigasi akan membantu pemerintah dalam menentukan potensi sanksi yang akan dikenakan kepada pemilik struktur tersebut. Sanksi-sanksi tersebut bisa termasuk perintah untuk membongkar bangunan serta rehabilitasi terhadap hulu sungai, saluran air, dan sumber-sumber air.
Laporan yang ada mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan di hulu sungai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir yang sering melanda Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk memulihkan kembali fungsi wilayah serapan air, terutama di daerah Bogor dan Bekasi, Jawa Barat. Langkah-langkah ini diambil untuk mengurangi potensi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Salah satu langkah yang diambil adalah penertiban dan pembongkaran bangunan ilegal yang berada di kawasan resapan air dan hutan. Pemerintah juga berencana untuk mengembalikan fungsi daerah aliran sungai (DAS) di Bogor dan Bekasi dengan memfokuskan pembongkaran bangunan ilegal di wilayah Bogor.
Di samping itu, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada pengelolaan lahan, vegetasi, air, dan interaksi manusia sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir. Salah satu solusi yang diusulkan adalah memulihkan wilayah bantaran sungai dengan menertibkan pemanfaatan ruang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan potensi banjir serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap curah hujan yang tinggi.

