GELUMPAI.ID – Ahmad al-Sharaa, pemimpin kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS), mulai menerapkan kekuasaan atas negara Suriah dengan cepat setelah mengusir Bashar al-Assad dari posisi kekuasaan pada Minggu lalu. Kelompok ini, yang sebelumnya menguasai wilayah barat laut Suriah, kini menduduki kantor pemerintah di Damaskus dan memulai pembentukan pemerintahan sementara.
Penunjukan Mohammed al-Bashir, kepala pemerintahan regional HTS di Idlib, sebagai perdana menteri sementara Suriah pada Senin lalu, menegaskan posisi HTS sebagai kelompok pemberontak paling kuat dalam aliansi yang telah berjuang lebih dari 13 tahun untuk mengakhiri rezim Assad.
Meskipun HTS dulunya merupakan bagian dari al-Qaeda sebelum memutuskan hubungan pada 2016, kelompok ini telah meyakinkan para pemimpin suku, pejabat lokal, dan masyarakat Suriah bahwa mereka akan melindungi kelompok minoritas. Pesan ini membantu memperlancar kemajuan pasukan pemberontak dan Sharaa, yang lebih dikenal dengan nama Abu Mohammed al-Golani, terus mengulang pesan tersebut setelah jatuhnya Assad.
Di kantor gubernur Damaskus, yang dihiasi dengan marquetry dan kaca patri indah, Ghazal, salah satu pejabat yang dibawa dari Idlib untuk menjalankan pemerintahan, membantah kekhawatiran tentang peralihan Suriah ke pemerintahan Islam. Ia menekankan bahwa mereka berkomitmen pada pemerintahan sipil yang inklusif tanpa diskriminasi berdasarkan etnis atau agama.
Namun, cara HTS membentuk pemerintahan sementara, dengan membawa pejabat-pejabat senior dari Idlib, memicu kekhawatiran tentang inklusivitas proses ini. Beberapa sumber oposisi dan diplomat mengungkapkan keprihatinan bahwa kelompok ini belum cukup melibatkan semua pihak dalam proses transisi ini.
Pemerintahan Sementara Hingga Maret
Mohammed al-Bashir mengungkapkan bahwa dirinya hanya akan menjabat hingga Maret 2025. Namun, meski demikian, HTS belum memberikan rincian tentang bagaimana proses transisi akan berlangsung, termasuk soal rancangan konstitusi baru. Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Il Corriere della Sera, Bashir menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah memulihkan keamanan, otoritas negara, dan menyediakan layanan dasar.

