News
Beranda » News » Pemkot Serang dan PT Pesona Banten Persada Sepakat Akhiri Kontrak Pengelolaan Pasar Rau

Pemkot Serang dan PT Pesona Banten Persada Sepakat Akhiri Kontrak Pengelolaan Pasar Rau

GELUMPAI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sepakat mengakhiri perjanjian kerja sama pengelolaan Pasar Induk Rau (PIR) dengan PT Pesona Banten Persada.

Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan panjang antara kedua belah pihak, seiring dengan rencana besar Pemkot Serang yang akan membangun ulang kawasan pasar tersebut.

Kesepakatan penghentian kerja sama itu disampaikan dalam rapat tertutup yang digelar di Aula Setda Lantai 3, Puspemkot Serang, pada Senin 27 Oktober 2025.

Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa langkah penghentian kerja sama ini merupakan hasil pembahasan bersama antara Pemkot Serang dan PT Pesona, sesuai arahan dari Walikota Serang.

“Pemerintah daerah Kota Serang melalui petunjuk dari Pak Walikota, ini kita bersama PT Pesona mengadakan rapat mengenai tata kelola di Pasar Rau, termasuk juga mengenai masalah perjanjian antara PT Pesona dengan Pemerintah Kota Serang,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, dalam rapat tersebut berkembang kesepahaman bahwa kedua belah pihak memiliki pandangan yang sama untuk mengakhiri perjanjian pengelolaan PIR.

“Ya, jadi di dalam rapat tadi berkembang sesuai dengan instruksi Walikota bahwa pada prinsipnya, baik PT Pesona maupun juga Pemerintah Daerah Kota Serang, ini memiliki pemikiran yang sama, marwah yang sama bahwa bersepakat untuk mengakhiri perjanjian kerjasama,” ungkapnya.

Namun, Wahyu menegaskan, keputusan itu tidak bisa dilakukan secara sepihak atau tergesa-gesa.

Proses pengakhiran tetap harus mengikuti mekanisme hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Langkah-langkah ini juga harus melalui mekanisme yang tepat, tidak melanggar aturan dan juga kesepakatan untuk mengakhiri perjanjian kerjasama ini melalui langkah-langkah yang tepat, melalui mekanisme yang diatur peraturan perundang-undangan, sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyu menyebut, PT Pesona Banten juga memiliki sejumlah pertimbangan sebelum perjanjian benar-benar diakhiri, terutama yang berkaitan dengan kondisi pedagang, tenaga kerja, serta piutang yang masih berjalan.

Laman: 1 2