News
Beranda » News » Pemuda Kota Serang Dilatih Kuasai Teknik Water Rescue

Pemuda Kota Serang Dilatih Kuasai Teknik Water Rescue

GELUMPAI.ID – Pemuda Kota Serang kini tak hanya ditempa soal kesiapsiagaan bencana di darat, tapi juga dilatih jadi penolong andal di air.

Melalui pelatihan water rescue yang digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang di Carita, Kabupaten Pandeglang, 26–28 Agustus 2025, para peserta digembleng agar mampu menghadapi situasi darurat, terutama saat terjadi insiden tenggelam.

Di hari kedua pelatihan, materi khusus water rescue diberikan langsung oleh Sekretaris BPBD Kota Serang, Heri Sumbara.

Ia membedah teknik penyelamatan mulai dari risiko rendah hingga tinggi, baik untuk menolong korban di kolam renang maupun di sungai.

“Poin utama teman-teman peserta hari ini dapat mengetahui teknik dasar, dari mulai cara berenang dan lain-lain. Yang paling utama, jangan sampai yang menolong justru menjadi korban,” tegas Heri.

Ia mengingatkan pentingnya menilai kemampuan diri sebelum melakukan aksi penyelamatan.

“Dengan kemampuan kita, kita bisa memilah mana risiko, mana kemampuan. Jangan sampai risiko lebih besar daripada kemampuan kita,” katanya.

Bagi penolong yang belum bisa berenang, Heri memperkenalkan metode sederhana namun efektif, seperti teknik gapai menggunakan bambu atau lempar tali.

Menurutnya, teknik berisiko tinggi tidak disarankan bagi penolong yang belum berpengalaman.

Lebih jauh, Heri menekankan bahwa keterampilan water rescue bisa jadi bekal berharga, bukan hanya saat darurat, tapi juga dalam dunia kerja, terutama di bidang penyelamatan.

“Insyaallah bisa dalam hal rescue, teknik pertolongan. Tadi saya menekankan kepada teman-teman dan para peserta, (lakukan pertolongan) dari teknik yang tidak berisiko sampai sangat berisiko. Korban tenggelam itu bukan berarti tidak berisiko, dia bisa berisiko, kita harus tahu bagaimana membuat si korban tenang, seperti komunikasi,” jelasnya.

Ia pun berharap peserta bisa menerapkan ilmu dasar ini, misalnya dengan cara meraih korban menggunakan alat bantu atau melempar tali penyelamat.

Dengan begitu, pemuda Kota Serang bisa jadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan jiwa saat bencana benar-benar datang.