Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Penalti Tekanan Ban Hancurkan Harapan Hasil Mengejutkan di MotoGP

Penalti Tekanan Ban Hancurkan Harapan Hasil Mengejutkan di MotoGP

GELUMPAI.ID — Penalti terkait tekanan ban yang menimpa Maverick Vinales di MotoGP Qatar telah menghapuskan kemungkinan hasil mengejutkan setelah ia sempat merayakan posisi podium yang akhirnya dicabut.

Vinales, yang awalnya finis kedua, terpaksa menerima penalti waktu 16 detik karena tidak mencapai tekanan ban minimum selama 60% dari balapan, yang membuatnya turun ke posisi ke-14. Ini menjadikannya pembalap ketiga yang kehilangan podium karena aturan tersebut.

Menurut editor MotoGP Crash.net, Pete McLaren, sistem penalti ini menimbulkan masalah.

“Itu adalah mimpi buruk, bukan? Ketika pesan itu muncul setelah balapan mengatakan pembalap sedang diselidiki,” ujarnya.

“Tim harus melihat ke bola kristal untuk memperkirakan tekanan ban yang tepat.”

McLaren menambahkan bahwa meski tim telah berusaha memperkirakan tekanan ban yang tepat, perubahan cuaca atau hasil mengejutkan seperti yang dicapai Vinales tidak bisa diprediksi sebelumnya.

“Tim tidak bisa mengantisipasi hasil seperti ini, dan itu menjadi masalah besar bagi mereka.”

Senior jurnalis Crash.net, Lewis Duncan, juga mengkritik aturan ini, yang menurutnya membunuh harapan melihat hasil mengejutkan.

“Ini membunuh harapan untuk hasil mengejutkan di bawah regulasi saat ini,” jelas Duncan.

“Tim tidak bisa mempersiapkan diri dengan berpikir ‘saya mungkin akan memimpin untuk semua lap’. Mereka harus mempersiapkan diri untuk berada di kelompok besar.”

Duncan menambahkan bahwa penalti 16 detik yang diterima Vinales terlalu berat.

“Penalti ini tidak proporsional. Jika balapan berjalan dengan jarak yang lebih besar, Vinales mungkin tidak akan turun sejauh itu. Apakah itu adil?” tanyanya.

McLaren juga mengusulkan perubahan pada aturan penalti tekanan ban.

“Mungkin perlu ada titik batas tekanan ban di tengah balapan, di mana tim bisa diberi peringatan atau menjalani penalti dalam balapan itu,” katanya.

“Aturan ini dibuat oleh komite, dan tampaknya tidak ada yang sepenuhnya puas dengan hasilnya,” tambahnya.

Sumber: CRASH