GELUMPAI.ID – Zoe Saldana, bintang serial Lioness, berbagi cerita tentang tantangan besar yang dihadapi para orang tua dalam menjalani karier di Hollywood. Dalam wawancaranya dengan Fox News Digital, Saldaña mengungkapkan kesulitan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga, terutama saat merawat tiga anak laki-lakinya.
“Saya berharap tahu caranya menjaga keseimbangan itu,” ujar Saldaña. “Kadang-kadang saya merasa mampu mengendalikannya, tetapi akhir-akhir ini, karena saya sedang mempromosikan dua proyek besar yang sangat saya banggakan, saya terus sibuk dan bepergian.”
Proyek yang dimaksud adalah musim kedua Lioness di Paramount+ dan film Emilia Pérez yang akan tayang November ini. “Pengorbanan seperti ini kami jalani bersama sebagai keluarga, dan itu menyakitkan,” tambahnya.
Tantangan Besar Bagi Orang Tua
Saldaña menjelaskan bahwa perasaan “terbelah” antara keluarga dan karier adalah hal yang wajar bagi banyak orang tua. “Yang bisa kita lakukan adalah mengelola rasa sakit itu,” ungkapnya, dikutip dari Fox News. “Saya selalu mengatakan kepada para orang tua, baik ayah maupun ibu, bahwa kita harus bisa mengelola rasa terbelah tersebut.”
Menurut Saldaña, kunci untuk tetap menjalani peran ganda ini adalah dengan berbagi pengalaman kebahagiaan dari pekerjaan kepada anak-anak. “Anak-anak perlu memahami bahwa apa yang saya lakukan ini membawa kebahagiaan bagi saya,” ujarnya.
Menghormati Perjuangan Militer
Dalam Lioness, Saldaña memerankan karakter Joe, seorang agen CIA yang menjadi ujung tombak perang melawan terorisme. Serial ini terinspirasi dari program militer Amerika Serikat dan juga mengangkat kisah perempuan dalam dunia paramiliter.
Dilansir dari Fox News Digital, Saldaña mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap komunitas militer dan keluarga mereka. “Saya selalu menghormati orang-orang yang bersedia mengorbankan hidup mereka demi keselamatan orang lain,” jelasnya.
Dia juga menyebut bahwa proyek ini memberikan sorotan penting terhadap perempuan dalam dunia militer, khususnya yang bekerja di level intelijen paramiliter. “Saya sangat terinspirasi oleh bagaimana mereka membayangkan operasi, memilih aset, dan melaksanakannya,” kata Saldaña.

