GELUMPAI.ID – Pelantikan sekaligus Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) PWNU Banten periode 2025–2030 resmi digelar di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, pada Senin 8 September 2025.
Dengan mengusung tema “NU Berkhidmat Bersama Umat, Berpadu Untuk Banten Maju”, acara ini dihadiri jajaran pengurus dari tingkat wilayah, cabang, ranting, hingga badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus lembaga yang masuk dalam struktur PWNU Banten masa jabatan 2025–2030.
Kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional bertajuk “Peluang dan Tantangan Ekonomi Nahdliyyin 2026”, yang menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran NU dalam pembangunan umat.
Mewakili Gubernur Banten Andra Soni, Rusminto Gunawan, dalam sambutannya menegaskan Banten sebagai akar dari Nahdlatul Ulama yang dapat dilihat dengan adanya sosok Syaikh Nawawi Al Bantani, di zaman saat ini intelektual menjadi fokus utama.
“Namun, tidak hanya sektor intelektual saja yang harus menjadi kiprah NU, sudah seharusnya melebar kepada berbagai sektor yang ada seperti ekonomi dan sebagainya,” ungkapnya.
Menurut Rusminto, forum ini menjadi momentum penentuan arah baru bagi NU Banten agar dapat terus memberi kontribusi besar bagi kemajuan daerah.
Senada dengan itu, K.H. Hafis Gunawan menambahkan, NU berperan membawa Islam menjadi cukup dinamis yang dapat menyesuaikan dengan keterbaharuan zaman.
“Antara tradisi dengan inovasi menjadi bentuk pertahanan yang harus dijalankan hingga saat ini, sehingga NU membawa Islam menjadi dinamis yang dapat menyesuaikan dengan keterbaharuan zaman,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Presiden RI 2019-2024 sekaligus tokoh NU, K.H. Ma’ruf Amin, hadir sebagai pembicara seminar nasional.
Ia menegaskan NU sebagai Jam’iyyah yang memperjuangkan kemashlahatan umat, sehingga umat Islam memiliki arah dan pedoman di dalam kehidupannya.
“Oleh karena itu, NU selalu hadir sejak tingkat ranting hingga nasional,” katanya.
Kehadiran wajah baru di kepengurusan PWNU Banten periode ini diharapkan menjadi energi segar untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, sekaligus memperkuat peran NU dalam menghadapi arus modernisasi demi kemajuan Banten.

