News
Beranda » News » Penulisan Ulang Sejarah RI Libatkan 120 Sejarawan dan Arkeolog

Penulisan Ulang Sejarah RI Libatkan 120 Sejarawan dan Arkeolog

GELUMPAI.ID — Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menjalankan program penulisan ulang sejarah Republik Indonesia (RI). Proyek ini melibatkan sekitar 120 sejarawan dan arkeolog dari berbagai institusi.

Program ini dipimpin oleh Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia, Susanto Zuhdi, sebagai Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI. “Betul, ada 113 atau 117 ya, hampir 120 lah,” kata Susanto saat dihubungi, Rabu (14/5/2025).

Proses penulisan dimulai sejak Januari 2025. Hingga kini, progresnya telah mencapai 60-70 persen.

Susanto didampingi dua editor umum, yakni Singgih Tri Sulistiyono dari Universitas Diponegoro dan Jajat Burhanuddin dari UIN Syarif Hidayatullah. “Kami bertiga merumuskan kerangka acuan, garis besarnya, kemudian diberikan ke 20 editor jilid,” ungkapnya.

Sebanyak 10 jilid buku sejarah akan dihasilkan. Buku-buku ini mencakup periode prasejarah hingga era kontemporer.

Mengutip laman KOMPAS, proyek ini juga melibatkan sejarawan muda dan arkeolog. Mereka berperan menggali periode awal sejarah Indonesia.

Asal-usul nenek moyang dan percampuran budaya dengan dunia luar akan dimuat. “Kami mencari identitas bangsa sejak awal hingga masa kontemporer,” tutur Susanto.

Sejarah jatuh bangun bangsa Indonesia juga menjadi fokus. “Kita harus jujur dengan sejarah kalau ingin maju,” tegasnya.

Penulisan ulang ini dijadwalkan selesai pada 17 Agustus 2025. Narasi terbaru akan mencakup periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, sejarah nasional terakhir ditulis pada 2012. “Semua yang perlu di-update, kita update,” ujarnya, Senin (5/5/2025).

Fadli menambahkan, proyek ini memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Penambahan jilid baru dianggap penting untuk melengkapi sejarah nasional.

“Kita akan update dan menambah beberapa jilid berdasarkan buku-buku yang sudah ada,” pungkas Fadli.