GELUMPAI.ID — Penulisan ulang sejarah Republik Indonesia (RI) sedang digarap. Narasi baru akan mencakup pengalaman jatuh bangun bangsa.
Proses ini melibatkan 120 ahli sejarawan dan arkeolog. Mereka menggali perjalanan sejarah dari masa prasejarah hingga kontemporer.
Masa penjajahan, termasuk kolonialisme Belanda, akan dimuat. Begitu pula proses kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan.
“Ya, kan pengalaman bangsa ini kan jatuh bangun, ya kan, enggak ada yang bagus, yang buruk,” kata Ketua Tim Penulisan Sejarah RI, Susanto Zuhdi, Rabu (14/5/2025).
Menurut laporan dari KOMPAS, sejarah akan mencerminkan kejujuran. Ini untuk memajukan bangsa melalui pelajaran sejarah.
Susanto menekankan pentingnya belajar dari sejarah. Identitas bangsa akan digambarkan melalui interaksi budaya.
“Tidak perjuangan ringan itu. Nah, tahu enggak anak-anak sekarang, kita kan enggak tinggal begini nih,” ujarnya.
Sejarah politik, ekonomi, hingga kuliner akan dibahas. Bahkan gaya hidup dan sejarah digital turut disertakan.
“Ya nanti tunggu saja apa yang enggak akan kita tulis gitu,” tutur Susanto.
Penulisan ini memanfaatkan penelitian yang sudah ada. Peneliti muda juga dilibatkan dalam prosesnya.
Hasilnya akan terdiri dari 10 jilid. Narasi terbaru direncanakan rilis pada 17 Agustus 2025.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut sejarah era SBY dan Jokowi dimasukkan. Pembaruan dilakukan untuk melengkapi narasi sebelumnya.
“Ya, semua yang perlu di-update, kita update,” kata Fadli Zon, Senin (5/5/2025).
Silang budaya dan peninggalan sejarah akan diulas. Fosil manusia purba juga menjadi bagian narasi.
Penulisan ini bertujuan memperkuat identitas bangsa. Sejarah diharapkan jadi cermin untuk generasi muda.

