Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Pep Guardiola dan Dean Henderson Adu Mulut Usai Laga Final FA Cup

Pep Guardiola dan Dean Henderson Adu Mulut Usai Laga Final FA Cup

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dan kiper Crystal Palace, Dean Henderson, terlibat konfrontasi sengit usai peluit akhir berbunyi hingga keduanya harus dipisahkan oleh staf pelatih masing-masing tim. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Euforia kemenangan bersejarah Crystal Palace atas Manchester City di final Piala FA, Sabtu (17/5) malam WIB, ternyata menyisakan tensi panas di luar lapangan. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dan kiper Crystal Palace, Dean Henderson, terlibat konfrontasi sengit usai peluit akhir berbunyi hingga keduanya harus dipisahkan oleh staf pelatih masing-masing tim.

Dean Henderson memang menjadi salah satu aktor utama di balik kemenangan 1-0 The Eagles. Selain melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang membuat frustrasi lini serang City, kiper berusia 28 tahun itu juga sukses menepis tendangan penalti. Namun, sorotan juga tertuju pada insiden di babak pertama ketika Henderson melakukan handsball di luar kotak penalti, namun lolos dari kartu merah usai intervensi VAR. Keputusan kontroversial inilah yang diduga kuat memicu kemarahan Guardiola.

Seusai laga, saat para pemain Palace tengah merayakan kemenangan di tengah lapangan, Guardiola terlihat menghampiri Henderson dengan gestur menunjuk-nunjuk. Keduanya kemudian terlibat adu argumen yang cukup intens hingga membuat situasi memanas. Staf pelatih Crystal Palace dengan sigap turun tangan untuk melerai keduanya. Kiper pelapis Palace, Matt Turner, tampak menarik Guardiola menjauh, sementara manajer Oliver Glasner menahan Henderson agar tidak terjadi kontak fisik.

Dalam wawancara pasca pertandingan dengan ITV, Henderson memberikan komentarnya terkait insiden tersebut. “Saya hanya ingin menjabat tangannya, tetapi dia kecewa dengan ulur-ulur waktu,” ujarnya, merujuk pada taktik yang mungkin dianggap Guardiola dilakukan Palace untuk mempertahankan keunggulan. “Tapi tidak ada dendam,” imbuh Henderson, berusaha meredakan ketegangan.

Insiden ini menjadi klimaks dari final Piala FA yang penuh kejutan dan drama. Di tengah kebahagiaan kubu Palace merayakan gelar juara mayor pertama mereka, Guardiola tampak begitu kecewa dengan kekalahan timnya, yang mungkin diperparah oleh keputusan-keputusan kontroversial selama pertandingan. Meskipun demikian, kedua belah pihak berusaha meredam situasi dan menegaskan bahwa tidak ada permusuhan yang berlarut-larut pasca insiden tersebut.