GELUMPAI.ID – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menunjukkan sikap sportif usai timnya secara mengejutkan takluk 0-1 dari Crystal Palace di final Piala FA. Meski mengakui kekecewaannya atas hasil akhir, Guardiola justru memberikan pujian atas performa anak asuhnya sepanjang laga di Stadion Wembley, Sabtu (17/5) malam WIB.
Gol tunggal Eberechi Eze di menit ke-16 menjadi penentu kemenangan bersejarah bagi Crystal Palace. City sendiri mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan sederet peluang, termasuk kegagalan penalti Omar Marmoush di babak pertama.
“Selamat untuk Crystal Palace atas gelar Piala FA pertama mereka. Ini adalah catatan sejarah,” ujar Guardiola dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Kami bermain dengan pertahanan yang baik, mampu mengontrol transisi mereka, dan menciptakan ancaman yang luar biasa, sayangnya, kecuali gol,” lanjutnya.
Guardiola menyoroti kesulitan timnya dalam mengantisipasi bola-bola mati Crystal Palace, namun ia lebih menyoroti mandulnya lini serang City dalam dua pertandingan terakhir. “Mereka sulit dikendalikan saat lemparan ke dalam, sepak pojok, dan tendangan bebas, tetapi kami gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir,” ungkapnya.
Kendati demikian, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini merasa performa timnya kali ini lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. “Kami bermain lebih baik dari pertandingan melawan Southampton, kami lebih aktif, dan saya rasa kami sangat baik dalam banyak aspek. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami tidak mencetak gol, dan itulah mengapa kami tidak bisa menang,”paparnya.
Kontroversi sempat mencuat terkait potensi kartu merah bagi kiper Crystal Palace, Dean Henderson, yang melakukan handsball di luar kotak penalti. Namun, Guardiola memilih untuk tidak memperpanjang isu tersebut. Ia lebih memilih untuk fokus pada jalannya pertandingan dan mengakui kekalahan timnya.
“Rencana permainan memang tidak berhasil karena kami tidak menang, tetapi saya tidak menyesalinya,” tegas Guardiola.
“Saat melawan Southampton, saya punya perasaan yang buruk, tetapi hari ini kami sedih karena ini adalah final Piala FA, hari yang indah dengan atmosfer dan dukungan suporter yang luar biasa. Kami di sini dan bermain untuk menang, dan kami bermain jauh lebih baik dibandingkan saat menang 5-2 di kandang melawan Palace, bahkan lebih baik dari final musim lalu saat kami kalah dari United,” jelasnya.
Guardiola juga memberikan pandangannya terkait debut Claudio Echeverri, pemain muda Argentina yang dimasukkan di babak kedua dan sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya. “Keputusan memainkan Echeverri bukanlah keputusan yang buruk, melihat bagaimana dia bermain. Dia punya tiga peluang di ruang sempit. Saya melihatnya dalam sesi latihan, dia bergerak sangat baik di ruang sempit, sangat kreatif, dan saya pikir di menit-menit terakhir dia bisa memberikan kejutan dalam pertandingan seperti ini,” imbuhnya.
Kini, dengan gelar Piala FA lepas dari genggaman, Guardiola mengalihkan fokus timnya pada dua laga sisa di Liga Primer Inggris demi mengamankan tiket Liga Champions musim depan. “Sekarang kami istirahat dan memulihkan diri dengan cepat untuk dua final terakhir demi lolos ke Liga Champions,” pungkasnya.

