Artikel Disusun Oleh :
Azura Aurellia (236910190)
Cici (236910223)
Dea Puspita Wandi (236910261)Dosen Pembimbing : Nurmalinda, S.Kar., M.Pd (nurmalinda@edu.uir.ac.id)
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Salah satu warisan budaya yang sangat penting adalah budaya Melayu Riau, yang berkembang dan tumbuh kuat di Provinsi Riau dan sekitarnya.
Budaya ini tidak hanya mencerminkan identitas masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi muda, khususnya melalui jalur pendidikan dasar.
Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin deras, upaya pelestarian budaya lokal menjadi sangat penting. Salah satu cara yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal sejak dini adalah melalui pembelajaran apresiasi budaya di sekolah dasar (SD).
Pembelajaran apresiasi budaya Melayu Riau pada siswa SD memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan karakter, identitas budaya, serta sebagai bagian dari pendidikan multikultural di Indonesia.
Peran Pembelajaran Apresiasi Budaya Melayu Riau di Sekolah Dasar
1. Membentuk Identitas dan Jati Diri Anak Bangsa.
Pembelajaran budaya Melayu Riau di sekolah dasar berfungsi sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa. Anak-anak diajak untuk mengenal bahasa, adat istiadat, pakaian adat, seni tari, sastra lisan, hingga musik tradisional Melayu Riau. Hal ini membentuk identitas budaya yang kuat, sehingga siswa tidak tercerabut dari akar budaya mereka.
2. Menumbuhkan Rasa Cinta dan Bangga terhadap Budaya Sendiri
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran seperti membaca syair Melayu, menari Zapin, memainkan alat musik tradisional, atau mendengarkan cerita rakyat Riau, siswa dilatih untuk mencintai budaya daerah mereka. Kecintaan ini akan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya yang mereka miliki dan mendorong keinginan untuk melestarikannya.
3. Sebagai Sarana Pendidikan Karakter
Budaya Melayu Riau sarat dengan nilai-nilai luhur seperti sopan santun, gotong royong, saling menghargai, dan kejujuran. Ketika siswa belajar budaya ini, mereka tidak hanya belajar aspek estetika, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika yang menjadi dasar pembentukan karakter bangsa.

