News Ruang Getizen

Peran dan Manfaat Pembelajaran Apresiasi Budaya Melayu Riau pada Siswa di SD

4. Menumbuhkan Toleransi dan Penghargaan terhadap Keberagaman

Dengan mengenal dan mengapresiasi budaya sendiri, siswa juga belajar untuk menghargai budaya lain. Pembelajaran budaya lokal menjadi pintu masuk menuju pendidikan multikultural, yang sangat penting dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural.

5. Mendukung Pembelajaran Tematik Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka yang tengah diterapkan di Indonesia menekankan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Pembelajaran budaya Melayu Riau dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Seni Budaya, IPS, bahkan PPKn. Hal ini menjadikan proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan.

Manfaat Pembelajaran Apresiasi Budaya Melayu Riau bagi Siswa SD

1. Peningkatan Kreativitas dan Daya Imajinasi

Pembelajaran budaya sering kali melibatkan kegiatan seni seperti menggambar motif batik Melayu, membuat kerajinan tradisional, atau menulis cerita rakyat. Kegiatan ini melatih kreativitas dan imajinasi siswa secara aktif.

2. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Kegiatan seperti bermain musik tradisional dalam kelompok atau menari bersama melatih kemampuan kerja sama dan komunikasi siswa. Mereka belajar bagaimana bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan berbagi peran dalam satu tim.

3. Meningkatkan Kognisi Budaya dan Literasi Lokal

Melalui pembelajaran budaya Melayu, siswa memperoleh pengetahuan tentang sejarah, legenda, simbol-simbol budaya, dan perkembangan kebudayaan daerah mereka. Ini memperkaya wawasan lokal mereka yang selama ini kurang terakomodasi dalam pembelajaran formal.

4. Memupuk Kepedulian terhadap Pelestarian Budaya

Dengan mengenal dan mempelajari budaya Melayu Riau sejak dini, siswa menjadi lebih peduli terhadap pelestarian budaya lokal. Mereka tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya menjaga warisan budaya dari kepunahan.

5. Sebagai Modal Dasar dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi

Budaya lokal yang kuat akan menjadi benteng identitas dalam menghadapi budaya global yang masuk. Siswa yang memiliki jati diri budaya yang kuat cenderung tidak mudah terbawa arus globalisasi negatif dan mampu menyaring nilai-nilai asing secara bijak.

Implementasi Pembelajaran Budaya Melayu Riau di SD

Pembelajaran apresiasi budaya Melayu Riau dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain:

  • Proyek seni budaya seperti pembuatan syair, drama tradisional, atau tarian daerah.
  • Kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis budaya, seperti sanggar seni Melayu.
  • Kolaborasi dengan tokoh budaya atau budayawan lokal untuk menjadi narasumber di sekolah.
  • Kunjungan edukatif ke museum atau pusat kebudayaan Melayu.
  • Integrasi dalam pembelajaran tematik dan berbasis proyek (P5) sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Tantangan dan Solusi

Meski manfaatnya besar, implementasi pembelajaran apresiasi budaya Melayu Riau di sekolah dasar masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya guru yang memiliki kompetensi di bidang budaya lokal, keterbatasan media pembelajaran, serta minimnya perhatian dari pihak sekolah dan orang tua.

Laman: 1 2 3