GELUMPAI.ID – Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Serang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar pelatihan digital marketing yang dipusatkan pada pemanfaatan platform TikTok sebagai media promosi dan bisnis.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku UMKM lokal, perwakilan organisasi perempuan, hingga perwakilan kelurahan yang ada di Kota Serang.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, karena mereka menyadari pentingnya menguasai pemasaran digital untuk mendukung keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.
Plt Ketua KPPI Kota Serang, Musyarrofah, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjawab kebutuhan nyata para pelaku usaha.
Menurutnya, sebagian besar UMKM di Kota Serang masih mengandalkan pola pemasaran tradisional yang terbatas pada lingkup sekitar.
Padahal, perkembangan teknologi digital memberikan peluang lebih besar untuk memperluas pasar.
“Rata-rata pelaku UMKM di Kota Serang masih berjualan secara konvensional. Karena itu, kami ingin memberikan pembekalan agar mereka bisa memanfaatkan digital marketing, terutama lewat TikTok sebagai platform bisnis yang potensial,” ujarnya, Sabtu 13 September 2025.
Dalam pelatihan yang digelar pada 28 Juli 2025 itu, peserta tidak hanya menerima teori semata, tetapi juga langsung diarahkan untuk praktik.
Setiap peserta dibimbing membuat akun TikTok bisnis, menautkan produk yang mereka jual, hingga mempelajari cara menjadi afiliator.
“Peserta diarahkan untuk membuat akun TikTok bisnis, menautkan produk yang mereka jual, hingga mempelajari cara menjadi afiliator,” jelas Musyarrofah.
Konsep afiliator ini dinilai sangat relevan, terutama bagi perempuan dan ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan tambahan tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Dengan menjadi afiliator, mereka bisa memperoleh komisi dari setiap produk yang berhasil dipromosikan melalui konten kreatif di TikTok.
Melalui kegiatan ini, KPPI Kota Serang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.
Musyarrofah menyebut, dengan bekal digital marketing, perempuan tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, pemasaran digital memberikan solusi bagi UMKM yang kerap terhambat keterbatasan modal.
“Misalnya, produk makanan yang tidak terjual berpotensi menimbulkan kerugian karena basi, atau produk fashion yang tidak laku bisa membuat modal tertahan. Dengan menjadi afiliator, perempuan bisa tetap produktif tanpa harus memikirkan beban stok barang,” jelasnya.
Selain itu, kemampuan mengelola pemasaran digital juga diyakini akan membuka peluang baru bagi perempuan untuk lebih berdaya dalam keluarga maupun masyarakat.
Mereka bisa memiliki penghasilan sendiri, menambah tabungan, bahkan merintis usaha yang lebih besar di masa depan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pelaku UMKM di Kota Serang untuk lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.
“Dengan dukungan KPPI dan DP3AKB, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten, baik untuk memperkuat usaha mereka sendiri maupun mendorong perempuan lain di sekitarnya untuk berani mencoba,” terangnya.
Ke depan, KPPI dan DP3AKB berencana melanjutkan program-program serupa dengan materi yang lebih beragam.
Tidak hanya fokus pada digital marketing, tetapi juga pengembangan keterampilan lain yang bisa meningkatkan daya saing UMKM perempuan di Kota Serang.
“Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar melahirkan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tandasnya.
Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) DP3AKB Kota Serang, Enung Subarningsih, menegaskan bahwa pelatihan digital marketing ini bukan kegiatan pertama yang digagas DP3AKB bersama KPPI.
Sebelumnya, pihaknya juga telah mengadakan berbagai pelatihan, seperti tata boga, yang ditujukan untuk mendukung perempuan memiliki keterampilan ekonomi produktif.
“Tujuannya agar perempuan yang sudah punya usaha bisa memasarkan produknya secara digital. Dengan begitu, mereka tidak lagi terbatas pada pemasaran konvensional, tetapi bisa memperluas jangkauan pasar,” ungkap Enung.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang pembuatan konten kreatif dan strategi promosi yang efektif.
Mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan caption yang menarik, hingga pemanfaatan tren TikTok untuk meningkatkan engagement.
“Harapannya, ibu-ibu dan perempuan yang ikut pelatihan ini bisa langsung mempraktikkan ilmunya, sehingga produk mereka lebih dikenal dan laku di pasaran,” tandasnya. (ADV)

