Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Performa Buruk Liga Jadi Sorotan, Nasib Ruben Amorim di MU Tak Pasti

Performa Buruk Liga Jadi Sorotan, Nasib Ruben Amorim di MU Tak Pasti

pemilik saham minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, bersama jajaran petinggi lainnya, berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap posisi pelatih kepala Ruben Amorim pada akhir musim kompetisi. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Gelombang kekecewaan menyelimuti Manchester United menyusul performa jeblok sepanjang musim ini. Di tengah sorotan tajam terhadap kinerja tim, kabar terbaru menyebutkan bahwa pemilik saham minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, bersama jajaran petinggi lainnya, berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap posisi pelatih kepala Ruben Amorim pada akhir musim kompetisi. Langkah ini bahkan akan tetap diambil meskipun Amorim mampu membawa Setan Merah meraih trofi Liga Europa.

Tekanan terhadap juru taktik asal Portugal itu semakin menguat setelah ia melontarkan pernyataan jujur namun kontroversial yang mengisyaratkan keraguan akan kemampuannya untuk memimpin United keluar dari keterpurukan. Pengakuan ini tentu saja menambah beban di pundaknya menjelang akhir musim yang krusial.

Menurut laporan dari berbagai sumber di Inggris, Ratcliffe, Chief Executive Officer (CEO) Omar Berrada, dan para pemangku kepentingan utama klub akan melakukan penilaian mendalam terhadap kinerja Amorim setelah musim 2024/2025 berakhir. Hasil final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur pekan depan, yang juga menjadi jalur potensial United untuk lolos ke Liga Champions musim depan, tidak akan serta-merta mengamankan posisi Amorim. Performa buruk di kompetisi domestik dan komentar-komentar pedasnya pasca pertandingan menjadi pertimbangan utama dalam evaluasi ini.

Usai kekalahan 0-2 dari West Ham United pada pertandingan terakhir Liga Primer Inggris, yang menjadi kekalahan ke-17 United di liga musim ini, Amorim secara terbuka mempertanyakan masa depannya di Old Trafford. Ia bahkan menyiratkan bahwa mungkin lebih baik baginya untuk mundur jika performa tim tidak mengalami perubahan signifikan. Lebih jauh lagi, Amorim juga meragukan urgensi bagi United untuk menjuarai Liga Europa demi mengamankan tiket Liga Champions, dengan alasan bahwa absen dari kompetisi Eropa mungkin memberikan ruang lebih besar bagi tim untuk fokus pada pembangunan kembali di kompetisi domestik.

Pernyataan-pernyataan inilah yang kemudian memicu spekulasi mengenai potensi keretakan hubungan antara Amorim dan para petinggi klub. Partisipasi di Liga Champions musim depan sangat krusial bagi neraca keuangan United, mengingat potensi pendapatan sekitar 100 juta Poundsterling yang bisa diraih. Di tengah kesulitan finansial akibat aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) Liga Primer Inggris, absen dari kompetisi Eropa bukanlah opsi yang diinginkan klub.

Meskipun hubungan kerja antara Amorim dan Sir Jim Ratcliffe dikabarkan cukup baik, komentar blak-blakan sang manajer setelah kekalahan terbaru berpotensi merusak keharmonisan tersebut. Sementara Amorim dan staf pelatihnya melihat potensi keuntungan dari absen di Eropa untuk fokus pada pembangunan tim di level domestik, pandangan ini jelas bertentangan dengan kebutuhan finansial klub untuk tetap berkompetisi di panggung Eropa.

Sejak ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada November tahun lalu, catatan kemenangan Amorim di Liga Primer Inggris terbilang minim, hanya enam kemenangan dari 25 pertandingan. Statistik ini menorehkan musim 2024/2025 sebagai musim terburuk Manchester United sejak mereka terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris pada tahun 1974.

Pelatih berusia 40 tahun yang didatangkan dari Sporting Lisbon dengan kontrak hingga Juni 2027, plus opsi perpanjangan satu tahun, kini harus menunggu hasil evaluasi dari para petinggi klub. Gelar Liga Europa mungkin akan memberikan sedikit angin segar, namun performa buruk di liga domestik dan komentar kontroversialnya telah menempatkan masa depannya di Old Trafford dalam bahaya besar. Para penggemar Manchester United pun kini menanti dengan cemas keputusan akhir dari manajemen klub terkait nasib sang pelatih.

Laman: 1 2