Entertainment
Beranda » Entertainment » Perjalanan Penuh Drama, Film “Sacramento” Tampilkan Kegalauan Generasi Milenial

Perjalanan Penuh Drama, Film “Sacramento” Tampilkan Kegalauan Generasi Milenial

GELUMPAI.ID — Film indie “Sacramento” menyuguhkan kisah yang menggelitik tentang kedewasaan yang terlambat. Mengangkat tema ‘adulting’, film ini mengikuti perjalanan dua sahabat lama yang terjebak dalam ketidakmatangan, berusaha menghadapi tantangan kehidupan dewasa yang kerap terasa menakutkan.

Glenn (Michael Cera), pria yang hidup teratur di Los Angeles, dipaksa menghadapi kenyataan bahwa ia akan segera menjadi seorang ayah.

Namun, bagi Glenn, menjadi seorang ayah adalah ujian berat—lebih berat daripada pekerjaan yang dimilikinya. Ia bahkan belum sempat memberi tahu sahabat lamanya, Rickey (Michael Angarano), bahwa istrinya, Rosie (Kristen Stewart), tengah mengandung anak pertama mereka.

Rickey, yang datang ke Los Angeles tiba-tiba, mengajak Glenn untuk melakukan perjalanan ke Sacramento. Alasan yang ia berikan cukup menyentuh: ingin menaburkan abu ayahnya di laut. Masalahnya, Sacramento bukan kota pantai, dan yang Rickey bawa malah tanah dalam kaleng tennis ball.

“Cerita ini bohong sejak awal,” kata Rickey dengan santai. Perjalanan itu pun penuh dengan kebohongan dan penghindaran dari keduanya.

Bukan hanya Glenn yang menyimpan rahasia, Rickey pun tak luput dari kebenaran pahit. Ia meninggalkan ibu anaknya, Tallie (Maya Erskine), dan belum siap menghadapi tanggung jawab sebagai ayah. Sementara itu, Glenn harus berhadapan dengan kenyataan pahit: ia kehilangan pekerjaan di perusahaan teknologi yang tengah mengalami pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

Film ini tidak hanya tentang perjalanan, tetapi juga tentang introspeksi. Di tengah nostalgia masa muda, dua sahabat ini berhadapan dengan kenyataan hidup yang semakin sulit mereka terima.

“Ini apokalips dewasa,” kata Rickey dengan nada jujur namun sinis.

Dalam film ini, Michael Angarano tak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga sebagai sutradara dan penulis. Karya pertamanya ini berhasil menampilkan dinamika yang tidak biasa antara dua pria yang tak siap menjadi dewasa.

Cera, yang dikenal dengan peran-peran komedi ringan, menunjukkan kedalaman karakter yang lebih gelap dan kompleks. “Sacramento” menggambarkan ketakutan dan kebingungannya dengan cara yang tak terduga, membuat kita bertanya-tanya apakah kedewasaan benar-benar sesuatu yang harus kita capai.

Laman: 1 2