News
Beranda » News » Perkuat Nilai Aswaja, PMII Unma Banten Gelar Safari Ziarah di Banten Lama

Perkuat Nilai Aswaja, PMII Unma Banten Gelar Safari Ziarah di Banten Lama

GELUMPAI.ID – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten sukses menggelar kegiatan Safari Ziarah di kawasan Banten Lama, Kota Serang, pada Kamis malam, 6 November 2025.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan kader dan pengurus ini bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritualitas Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus melakukan napak tilas sejarah perjuangan para pendiri Kesultanan Banten.

Fokus utama ziarah kali ini adalah Maqom Sultan Maulana Hasanuddin Banten, sosok ulama sekaligus pendiri Kesultanan Banten.

Para kader PMII tampak khusyuk memanjatkan doa, tahlil, dan tawassul bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua III bidang keagamaan.

Pengurus Komisariat PMII Unma Banten, Habib Bachtiar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi PMII.

“Bagi kami, ziarah bukan sekadar tradisi. Ini adalah cara kami ‘menyambungkan sanad’ perjuangan dan spiritualitas kepada para pendahulu, khususnya Sultan Maulana Hasanuddin yang telah berjuang menyebarkan Islam dan membangun peradaban di Banten,” ujar Habib.

Ia menambahkan, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kader pergerakan harus memiliki pondasi spiritual yang kokoh.

“PMII adalah organisasi kader yang berlandaskan Islam. Spiritualitas adalah bahan bakar kami untuk terus bergerak, kritis, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Setelah berziarah di maqom, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dan konsolidasi organisasi di pelataran Masjid Agung Banten.

Dalam suasana santai dan melingkar, para kader berdiskusi mengenai makna ziarah, sejarah perjuangan Banten, serta arah gerakan PMII ke depan.

“Kegiatan Safari Ziarah ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah (persaudaraan) antar kader serta menumbuhkan semangat baru untuk terus menghidupkan nilai-nilai PMII di kampus Unma Banten dan di tengah masyarakat,” tandasnya.