GELUMPAI.ID – Final Liga Champions yang mempertemukan Inter Milan dan Paris Saint-Germain (PSG) pada 31 Mei mendatang terancam dibayangi drama di kompetisi domestik. Inter Milan berpotensi menghadapi laga play-off penentuan gelar juara Serie A melawan Napoli hanya lima hari sebelum partai puncak di Eropa tersebut.
Situasi menegangkan ini muncul setelah kedua tim bermain imbang pada laga pekan terakhir Serie A yang digelar serentak pada Senin (19/5/2025) dini hari WIB. Napoli ditahan imbang tanpa gol oleh Parma, sementara Inter Milan harus puas berbagi angka 2-2 dengan Lazio di San Siro setelah gol penalti kontroversial di menit-menit akhir yang dieksekusi oleh mantan pemain sayap Chelsea, Pedro.
Hasil imbang tersebut membuat persaingan gelar Serie A musim ini semakin ketat. Inter Milan, yang dilatih Simone Inzaghi, hanya tertinggal satu poin dari Napoli yang diasuh Antonio Conte jelang laga penutup musim pada Jumat (23/5/2025) waktu setempat atau Sabtu (24/5/2025) dini hari WIB.
Sesuai regulasi Serie A, jika dua tim teratas memiliki poin yang sama di akhir musim, maka akan digelar laga play-off untuk menentukan gelar juara. Kondisi ini bisa terjadi jika Napoli mengalahkan Cagliari di kandang dan Inter Milan gagal meraih kemenangan atas Como. Bahkan, jika Napoli kalah dan Inter Milan bermain imbang, laga play-off tetap akan digelar pada Senin (26/5/2025).
Inter Milan sendiri dijadwalkan menghadapi raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, di final Liga Champions yang akan dihelat di Munich pada Sabtu (31/5/2025). Kubu Inter Milan sebelumnya mengajukan permintaan agar laga pekan terakhir Serie A dimajukan ke hari Kamis untuk memberikan waktu persiapan yang lebih panjang jelang final Liga Champions. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Napoli dan pihak penyiar DAZN yang tetap menginginkan pertandingan digelar pada hari Jumat. Keputusan akhir mengenai jadwal pertandingan diambil dalam pertemuan liga pada Senin pagi waktu setempat.
Situasi semakin rumit bagi kedua tim karena pelatih mereka, Antonio Conte (Napoli) dan Simone Inzaghi (Inter Milan), sama-sama mendapatkan kartu merah pada laga terakhir dan dipastikan tidak bisa mendampingi tim dari pinggir lapangan pada laga penentuan gelar.
Conte sendiri merasa frustrasi dengan banyaknya interupsi dalam pertandingan melawan Parma. “Ini membuat saya kesal, karena Anda bekerja sepanjang tahun untuk memiliki pertandingan yang menentukan,” ujarnya.
“Saya percaya pada staf dan para pemain ini, dan terutama pada dukungan suporter di Stadio Maradona. Saya kesal dengan banyaknya gangguan di Parma hari ini, saya terbiasa dengan sepak bola Inggris di mana tidak ada banyak penghentian karena kram, cedera, atau pura-pura cedera, jadi itu membuat saya marah dan itulah mengapa saya diusir,” tuturnya.
Sementara itu, Inzaghi dan para pemain Inter Milan memilih untuk tidak memberikan komentar kepada media setelah hasil imbang kontroversial melawan Lazio sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Delapan pertandingan Serie A lainnya di pekan terakhir akan digelar pada hari Sabtu dan Minggu. Fokus utama kini tertuju pada bagaimana persaingan sengit antara Inter Milan dan Napoli akan berakhir, dan apakah Inter Milan harus menjalani laga krusial di kompetisi domestik hanya beberapa hari sebelum menghadapi tantangan besar di final Liga Champions.

