News

Perundingan Gencatan Senjata Gaza Mulai Muncul, Trump dan Biden Dorong Pembebasan Sandera

Waktu Tepat Bagi Netanyahu

Bagi Netanyahu, kondisi politik saat ini memungkinkan dia untuk mengambil langkah-langkah lebih mudah dalam menyepakati gencatan senjata. Isolasi Hamas yang semakin mendalam, setelah jatuhnya rezim Presiden Suriah Hafez al-Assad, membuka kemungkinan bagi kesepakatan pembebasan sandera meski masih terlalu dini untuk mengklaim kesuksesan.

Menurut laporan, sejumlah pejabat militer Israel dan kepala layanan keamanan Shin Bet berada di Kairo untuk membahas pengelolaan perbatasan Gaza pasca-perang. Optimisme publik dari para pemimpin Israel dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa situasi internal mereka juga mendukung pencapaian kesepakatan lebih lanjut.

Bagi Netanyahu, dengan Israel yang kini kembali memperkuat posisinya sebagai kekuatan terbesar di Timur Tengah, melakukan konsesi menjadi lebih mudah. Ditambah dengan situasi di mana musuh-musuh Iran yang didukung oleh Hezbollah di Gaza, Lebanon, dan Suriah kini semakin lemah.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa Israel kini lebih optimistis tentang kemungkinan kesepakatan pembebasan sandera, seiring dengan laporan bahwa Hamas telah meminta bantuan kelompok-kelompok Gaza lainnya untuk menyusun daftar sandera Israel dan asing yang mereka tahan.

Perundingan yang Semakin Intens

Seorang pejabat Palestina yang dekat dengan perundingan menyebutkan adanya “demam perundingan,” dengan gagasan baru yang muncul dari semua pihak yang terlibat, termasuk para mediator di Mesir dan Qatar. Menurut pejabat tersebut, keterlibatan Trump memberikan dorongan bagi proses perundingan meskipun pihak-pihak yang terlibat belum dapat menyepakati daftar tahanan Palestina dan sandera yang akan dipertukarkan.

Namun, perbedaan besar yang masih menghalangi kesepakatan adalah permintaan Hamas untuk mengakhiri perang, sementara Israel berpendapat bahwa perang hanya akan berakhir jika Hamas tidak lagi menguasai Gaza.

Laman: 1 2