Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Pesan Dingin Amorim yang Akhiri Karir Garnacho di Old Trafford

Pesan Dingin Amorim yang Akhiri Karir Garnacho di Old Trafford

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, dilaporkan secara brutal menyampaikan kepada Alejandro Garnacho bahwa kariernya di Old Trafford telah berakhir, di hadapan rekan-rekan setimnya. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, dilaporkan secara brutal menyampaikan kepada Alejandro Garnacho bahwa kariernya di Old Trafford telah berakhir, di hadapan rekan-rekan setimnya. Amorim disebut semakin frustrasi dengan winger asal Argentina itu dan telah memutuskan untuk melepasnya musim panas ini.

Meskipun Garnacho berhasil mencatatkan dua digit gol dan assist, musim 2024/2025 merupakan musim yang mengecewakan baginya karena waktu bermainnya dibatasi oleh Amorim. Ia hanya bermain 19 menit dalam kekalahan final Liga Europa dari Tottenham dan bahkan tidak dimasukkan dalam skuad sama sekali untuk kemenangan hari terakhir atas Aston Villa.

Padahal, winger berusia 20 tahun itu adalah pemain kunci dalam kemenangan Piala FA United tahun lalu, mencetak gol di final melawan Manchester City. Ia masih memiliki sisa kontrak tiga tahun, namun Amorim seolah telah memastikan ia tidak akan bermain lagi.

Amorim sebelumnya telah menunjukkan frustrasinya terhadap Garnacho, ketika ia mencadangkan pemain Argentina itu dalam kemenangan tandang melawan Manchester City pada 15 Desember. Keputusan itu disebut-sebut karena performa Garnacho dalam sesi latihan, meskipun ia kemudian kembali ke skuad.

Namun, manajer United yang tengah dalam tekanan itu kini telah memperjelas bahwa sang winger tidak lagi masuk dalam rencananya. Amorim mengadakan pertemuan akhir musim dengan skuadnya pada hari Sabtu di pusat latihan klub Carrington. Menurut Daily Mail, Amorim secara spesifik menunjuk Garnacho di depan rekan-rekan setimnya, yang secara efektif mengakhiri karier produk akademi tersebut di Old Trafford.

Amorim disebut-sebut sangat marah hingga secara efektif mengatakan kepada Garnacho untuk “berdoa” agar ia bisa menemukan klub lain daripada harus kembali untuk latihan pramusim di awal Juli. “Kamu sebaiknya berdoa agar bisa menemukan klub yang mau merekrutmu,” demikian Amorim diduga mengatakan.

Nada komentar tersebut membuat Garnacho dan rekan-rekan setimnya yakin bahwa karier pemain hasil didikan akademi itu di United sudah berakhir.Garnacho sendiri diketahui telah membuat Amorim kesal karena mengeluh tentang waktu bermainnya di final Liga Europa.

“Tentu saja ini sulit bagi semua orang. Musim kami buruk. Kami tidak mengalahkan siapa pun di liga. Kami kekurangan banyak hal. Ketika Anda tidak mencetak gol, Anda selalu membutuhkan lebih banyak. Hingga kami mencapai final, saya bermain di setiap babak. Dan saya bermain 20 menit hari ini – saya tidak tahu. Saya akan mencoba menikmati musim panas dan melihat apa yang terjadi selanjutnya,” tutur Garnacho usai Final Europa League.

Saudara laki-laki Garnacho bahkan menuduh Amorim “membuangnya ke bawah bus.” Meskipun Garnacho telah bergabung dengan tur pasca-musim United ke Malaysia dan Hong Kong, klub dikabarkan khawatir bahwa sikap Amorim dapat mendevaluasi nilai jual winger tersebut. Di sisi lain, Amorim menolak berkomentar mengenai diskusi yang ia lakukan dengan para pemainnya.

“Dia adalah pemain Manchester United yang tidak ada di skuad hari ini, tetapi dia tetap menjadi pemain Manchester United. Saya akan berbicara dengan pemain saya, tetapi fokusnya adalah pertandingan terakhir. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kami punya rencana,” kata Amorim setelah Garnacho dicoret dari skuad saat menang atas Villa.

“Kami siap untuk kedua situasi, dengan Liga Champions dan tanpa Liga Champions. Kami punya ide tentang jenis skuad yang kami inginkan, tetapi kami masih punya pertandingan terakhir. Kami punya waktu untuk mengatasi semua situasi ini,” tandasnya.