GELUMPAI.ID – Musim 2024 F1 ternyata menyimpan cerita menarik tentang Pierre Gasly. Dalam sesi The Red Flags Podcast, mantan bos tim Haas, Guenther Steiner, ditanya siapa pembalap yang berhasil melakukan “lebih banyak dengan lebih sedikit”. Dan Gasly, yang mengemudikan mobil yang dipenuhi masalah, langsung dipilih Steiner sebagai pemenang.
Sebelumnya, Steiner menyebut beberapa pembalap dan tim yang masuk dalam nominasi, termasuk Zhou Guanyu, Pierre Gasly, Nico Hulkenberg, mekanik Williams, dan Max Verstappen. Namun, Zhou langsung disingkirkan Steiner. “Tidak, dia tidak melakukan apa-apa! Satu balapan dia tampil bagus, tapi selain itu? Tidak banyak,” kata Steiner.
Lalu siapa yang pantas dapat penghargaan? Steiner mengarah pada Gasly, yang menurutnya memberi hasil terbaik meski dengan mobil yang jauh dari ideal. “Pierre, saya pilih dia. Dia punya mobil yang jelek, tapi mereka tetap finis keenam, itu semua berkat dia,” ujar Steiner.
Gasly memang mencatatkan prestasi luar biasa dengan membawa Alpine finis di posisi keenam konstruktor pada akhir musim. Padahal, awal 2024 berjalan buruk dan Gasly serta rekan setimnya, Esteban Ocon, hampir putus asa karena performa mobil. Kejadian di Monaco, yang mengharuskan kedua pembalap bertabrakan, menambah deretan masalah tim.
Namun, meski kondisi sangat sulit, Alpine berhasil memulihkan diri, berkat pengaruh besar dari David Sanchez, yang dikenal sebagai kepala insinyur yang mengubah banyak hal di tim setelah datang dari McLaren. “David sangat penting. Dia bilang kita harus mengarah ke sini agar bisa bertahan dengan mobil yang masih bekerja hingga akhir musim,” tambah Steiner.
Menjelang 2025, Gasly akan bersaing dengan Jack Doohan, rekan setim rookie-nya di Alpine, sementara Ocon pindah ke tim Haas milik Steiner.
Sumber: CRASH

