News
Beranda » News » Pinjaman Daerah Buat Pasar Rau, Berpotensi Diwarisi ke Walikota Serang Selanjutnya

Pinjaman Daerah Buat Pasar Rau, Berpotensi Diwarisi ke Walikota Serang Selanjutnya

Gedung Puspemkot Serang

Terkait peruntukan pinjaman, Imam mengungkap bahwa umumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, maupun kebutuhan sosial.

“Kalau yang 2026 ini, arahnya ke infrastruktur dan peningkatan produksi atau produktivitas dari perekonomian,” katanya.

Ia juga menjelaskan mekanisme pengembalian pinjaman daerah. Menurutnya, model pinjaman terdiri dari jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

“Kalau jangka menengah berarti dalam masa bakti wali kota atau kepala daerah. Kalau yang jangka panjang melewati masa bakti. Ada yang jangka panjang,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan soal kemungkinan Kota Serang berjalan tanpa pinjaman, Imam menekankan bahwa hal itu akan bergantung pada perencanaan.

“Ini kan sudah didesain untuk RPJMD. Untuk RPJMD itu berarti kan untuk lima tahun sudah didesain. Ini termasuk program prioritas yang harus dilaksanakan, diselesaikan sesuai amanah RPJMD. Mungkin ya pembangunan Pasar Rau, ada beberapa mungkin ya,” jelasnya.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa pinjaman jangka panjang akan membuat kewajiban pelunasan melewati masa jabatan Walikota Serang dan Wakil Walikota Budi Rustandi – Nur Agis Aulia.

“Jadi itu mungkin akan terkait dengan manajemen keuangan. Mungkin untuk pinjaman ini ada harapan, maksudnya karena ini kan ada jangka panjang. Tentu kita akan berupaya menyesuaikan dengan ketentuan perundangan yang ada ya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Serang, Ina Linawati, membenarkan bahwa perencanaan untuk melakukan pinjaman memang telah masuk ke dalam RPJMD 2025-2029 yang telah disetujui.

“Itu kebijakan pembiayaan saja. Pembiayaan itu untuk membiayai program-program strategis, bisa melalui pinjaman daerah. Kalau ini secara umum sudah kami masukkan ke dokumen perencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, pengambilan pinjaman daerah itu rencananya akan dieksekusi pada tahun anggaran 2026 mendatang. Akan tetapi, hal tersebut baru sekadar rencana saja, belum tentu akan benar-benar direalisasikan.

“Belum ada teknis, baru bicara konteks secara umum bahwa pembangunan strategis itu bisa melalui pinjaman daerah,” ungkapnya.

Laman: 1 2