GELUMPAI.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Muji Rohman, buka suara soal rencana pinjaman daerah yang akan diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menunjang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Muji menegaskan agar utang tersebut tidak menjadi beban negara di kemudian hari.
Ia meminta agar rencana pinjaman bisa diselesaikan selama masa jabatan Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
“Jangan sampai jadi beban negara, jadi jangan sampai melebihi periode beliau (Walikota) menjabat,” ujar Muji kepada wartawan pada Sabtu 16 Agustus 2025.
Muji menekankan, jika rencana pinjaman ini disetujui oleh pemerintah pusat, dana tersebut harus benar-benar diarahkan ke sektor yang bisa menunjang ekonomi daerah.
“Kalaupun disetujui dalam hal ini oleh Kemendagri dan Kementerian Keuangan, maka digunakan untuk yang menunjang. Artinya perputaran daripada ekonomi pasar. Tapi kalau infrastruktur jalan segala, lebih baik jangan,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu menyoroti urgensi revitalisasi pasar di Kota Serang yang menurutnya sudah mendesak.
“Kalau melihat daripada umur, umur itu memang urgent banget. Karena dibangun kalau nggak salah di 2004 ya, zaman Presidennya Ibu Megawati kan. Ini sudah berarti hampir 21 tahun. Artinya memang umur daripada bahan bangunan, daripada beton, kemudian besi, memang itu harus direvitalisasi,” jelasnya.
Muji juga mengungkapkan bahwa hingga kini DPRD belum dilibatkan secara langsung dalam pengajuan rencana peminjaman daerah tersebut.
Namun, ia menyebut sudah menyarankan opsi lain kepada Pemkot Serang.
“Kami meminta kepada Walikota untuk BOT (Build Operate Transfer), artinya kerjasama dengan pihak ketiga untuk dibangun dan kemudian adapun pembagiannya silahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

