GELUMPAI.ID – Program One Day One Thousand (ODOT) yang diterapkan di SMAN 4 Kota Serang tengah jadi sorotan setelah ramai disebut sebagai bentuk pungutan liar (Pungli) di media sosial. Namun pihak sekolah membantah tudingan tersebut.
Plt. Kepala SMAN 4 Kota Serang, Nurdiana Salam, menegaskan bahwa ODOT bukanlah pungutan yang bersifat memaksa, melainkan sumbangan sukarela dari siswa untuk kepentingan sosial dan pembangunan masjid sekolah.
“Untuk ODOT tentunya tidak bersifat memaksa. Itu sifatnya sumbangan dan diperuntukkan bagi dana mesjid dan dana sosial kesiswaan,” kata Nurdiana saat ditemui wartawan di ruang rapat sekolah, pada Selasa, 8 Juli 2025.
Menurutnya, perbedaan jumlah sumbangan yang diterima dari tiap kelas bisa jadi bukti bahwa program ODOT memang tidak mewajibkan siswa menyumbang dalam nominal tertentu.
“Bapak sudah membaca, melihat bahwa tadi ODOT ini tidak bersifat memaksa. Sukarela dan pendapatan perkelasnya juga naik turun tergantung daripada niat baik anak-anak. Dan ODOT ini juga mudah-mudahan menjadi program di SMA 4 yang akan membawa anak-anak kita bisa lebih punya rasa empati,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dana ODOT disalurkan ke dua arah utama, yaitu untuk pembangunan masjid sekolah yang dikelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan untuk keperluan dana sosial kesiswaan.
“Jadi misal kalau ada siswa yang orang tuanya meninggal, atau kena kecelakaan, bisa menggunakan uang ODOT itu tadi. Untuk pembangunan masjid, bisa dilihat sendiri hasilnya,” kata Nurdiana.
Lebih jauh, ia juga membantah tudingan bahwa seluruh siswa diwajibkan membayar setiap hari.
Sebab dalam praktiknya, ada siswa yang menyumbang, ada pula yang tidak.
“Jadi tidak ada paksaan, kalau dipaksa pasti akan sama nominalnya. Ini kan berbeda-beda, ada yang bayar (siswa) ada yang nol sama sekali,” tandasnya.
Sekadar informasi, Program ODOT belakangan ramai dibicarakan setelah sebuah akun media sosial menyebutnya sebagai pungutan liar terselubung yang diwajibkan bagi siswa SMAN 4 Kota Serang.
Tudingan tersebut bahkan sudah tersebar di sejumlah media massa dan platform digital lainnya

