GELUMPAI.ID — Aslan Energy Capital memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia di Batam, Kepulauan Riau. Proyek ini memiliki kapasitas 1.200 megawatt peak (MWp).
PLTS ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja di wilayah Riau. Dampak sosialnya diharapkan signifikan bagi masyarakat setempat.
Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif pusat hidrogen hijau milik Aslan Energy. Energi surya akan digunakan untuk memproduksi hidrogen hijau untuk ekspor.
CEO Aslan Energy Capital, Muthu Chezhian, menyampaikan antusiasmenya dalam workshop di Batam, Selasa (13/5/2025). “Proyek ini akan menjadi standar baru energi surya skala besar di Indonesia,” ujarnya!
Lokasi di Batam dinilai strategis untuk menjadikan wilayah ini pusat energi baru di Asia Tenggara. Transformasi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebagian panel surya akan dipasang di lahan bekas tambang yang sudah tidak produktif. Langkah ini mengubah lahan rusak menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Menurut laporan dari KOMPAS, tender tahap awal proyek ini menarik minat 31 perusahaan energi terbarukan global. Sebanyak 17 perusahaan lolos ke tahap akhir.
Proyek ini juga mendapat perhatian dunia sebagai model energi berkelanjutan. Hidrogen hijau dari PLTS ini akan mendukung kebutuhan energi bersih global.
Pembangunan PLTS ini diharapkan selesai sesuai jadwal. Batam berpotensi menjadi contoh keberhasilan transisi energi di Indonesia.

